|

Kwalitas Proyek P3-TGAI diagara "Bobrok"Dugaan Jual beli Paket puluhan jutapun disorot

 


hariancentral-kutacane. Pekerjaan sejumlah Proyek. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air  Irigasi(P3-TGAI).Tahun 2026.Sumber dana APBN.Menyebar diberbagai desa dan Kecamatan Kabupaten Aceh Tenggara(agara).Pokir Anggota DPR-RI dari berbagai Partai itu.Terindikasi 

diikerjakan asal jadi.Alias"Bobrok"

Tidak sampai disitu.Kehadiran Pokir Para Anggota Dewan itu juga ditengarai dengan isu jual beli paket kegiatan dengan angka yang fantastik.


Tinggi nominal yang dibayar.Mengakibatkan kondisi proyek yang dikerjakan sangat memprihatinkan.


Parahnya lagi.Kegiatan yang menjadi hak atas nama kelompak tani untuk mengerjakan,terpaksa menjadi lambang.Alias dikerjakan pihak ketiga bagi yang sanggup membayar.


Isu ini sudah menjadi rahasia umum ditengah-tengah masyarakat.Bahkan dugaan jual beli paket setiap tahun disorot dari berbagai elemen masyarakat.


Inpormasi yang kembali terserap.Mengatakan.


Kegiatan P3-TGAI tahun 2026, yang menyebar diberbagai desa dan kecamatan.Hasil dari   Pokok pikiran dari berbagai perwakilan partai.

Seperti.Golkar.PKS dan PKB.Untuk perpaketnya dialokasikan hampir 200 juta.

Ironisnya"Kendati anggaran cukup besar.Kwalitas fisik sangat memprihatinkan.Berlobang.Pecah,retak bahkan sebagian struktur bangunan yang dikerjakan roboh.Padahal masih proses tahapan pekerjaan.


Bahkan"Jika dilihat pada sistim pekerjaan serta material yang digunakan.Dipredeksi kuat.Dari plafon anggaran yang telah dialokasikan,hanya terealisasi 50 hingga 60 juta.Termasuk biaya para pekerja.


Sangat wajar.Dengan kondisi bangunan asal jadi.Pihak ketiga berpacu dalam melodi untuk lakukan lobi-lobi dan siap membayar dengan angka 70 hingga 80 juta untuk perpaketnya.


"APH Jangan Tutup Mata"

Berbagai kalangan mendesak Aparat Penegak Hukum(APH).Untuk melakukan lidik pada setiap lokasi kegiatan P3-TGAI,serta mendalami isu terjanya jual beli paket kegiatan yang mencapai puluhan juta tersebut. 




Dugaan dilapangan dapat ditelusuri langsung  pada sejumlah struktur bangunan.


"Buruknya kwalitas pekerjaan.Akibat lemahnya  adukan material.Tidak memakai pondasi dasar. dan menjamurnya batu-batu besar  yang masuk dalam struktur bangunan hingga kegiatan yang tidak memasang plak serta volume panjang kegiatan.


Berbagai dugaan itu dapat dilihat pada lokasi kegiatan.Diantaranya"Desa Antara.Kecamatan Bambel.Desa Kandang Belang Mandiri.Kecamatan Lawe Bulan.Dan desa Lawe Kinga Lapter.Kecamatan Semadam.


Bahkan.Pekerjaan yang berlokasi pada desa kandang belang mandiri sangat mengejutkan. Kwalitas Proyek sangat jelas terlihat buruk.Selain struktur bangunan tampak rusak alias mau roboh, tidak lagi mengikat.Proyek itu juga tampak tidak memasang papan plak kegiatan.Sementara didesa lawe kinga lapter.Papan proyek terpasang namun tidak mencamtumkan panjang volume fisik kegiatan.Dan Struktur bangunan tampak memprihatinkan alias asal jadi.Dugaan itu juga  langsung diinvestigasi oleh Jupri Yadi.Ketua LSM Tipikor Aceh Tenggara(agara) 

"Belum lama ini membenarkan pada central/Dar

Komentar

Berita Terkini