|

Dana Kapitasi dan BOK disinyalir jadi ladang Korupsi oknum Kapus diagara.



hariancentral-kutacane.


Indikasi kenakalan oknum kepala Puskesmas wilayah Aceh Tenggara kembali terkuak.


Teryata"Dugaan Korupsi yang dilakukan  oknum kapus nakal bukan saja pada Dana Bantuan Oprasional Kesehatan(BOK),namun kian merambah pada Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional.


Dana Kapitasi  bertujuan untuk jasa pelayanan kesehatan(Jaspel) dan dukungan biaya oprasional,yang dibayarkan BPJS kesehatan  setiap bulannya berdasarkan jumlah peserta.


Dari dana yang diterima ,disebutkan.60 % dari total dana kapitasi dialokasikan  untuk jasa pelayanan kesehatan bagi tenaga kesehatan dan staf. Dan 

40 % digunakan untuk dukungan biaya oprasional.Seperti"Obat,bahan medis habis pakai,dll.


Menariknya.Dana Kapitasi itu juga disebutkan tetap direalisasikan setiap bulannya pada pihak puskesmas tanpa memandang jumlah pasien yang berobat(fixed fee per peserta).


   Inpormasi yang terserap dari sumber yang layak dipercaya. Mengatakan.

Dana Kapitasi yang dikelola pihak puskesmas tidak berjalan sesuai juknis.


"Dana itu, 75 persen dijadikan ladang korupsi memperkaya diri dan golongan oleh pihak Kapus.Tandas sumber minta identitasnya dirahasiakan belum lama ini dikutacane.


Modus yang dilakukan.Lanjut sumber.Diduga kuat oknum kapus melakukan manipulasi data peserta dan membuat laporan piktif  menyangkut jumlah tenaga  kesehatan sebagai penerima  jasa dari penggunaan  60 % dana Kapitasi tersebut.

Selain  itu.Dapat dipastikan.40 % dana yang diperumtukan untuk dukungan biaya oprasional.Seperti pembelian obat,bahan medis habis pakai dan lain-lainnya diduga kuat bersih masuk kekantong pribadi oknum kapus.


Besarnya ruang korupsi itu terjadi,adanya dana BOK yang juga dapat digunakan atau dikelola pihak kapus,bahkan anggaran BOK yang diterima pihak kapus itu sangat fantastik,berlipat ganda melebih dari dana kapitasi.


 Menurut sumber.Dugaan Penyimpangan Dana BOK dan JKN sudah berjalan lama,alias menjadi darah daging bagi oknum kapus nakal,ironisnya"APH sampai saat ini belum ada serius menjemput bola untuk menjadikan oknum kapus menjadi tersangka

"Jangan heran,setiap kepala puskesmas termasuk bendahara dapat dipastikan mendadak kaya raya.Hidup bergelimang harta.Bermodalkan"Enter"Dari komputer dan tinta, mereka sudah bisa terbang tinggi keangkasa.Nama kami hanya dijadikan jalan untuk menambah harta bagi mereka.Hak kami termasuk jasa dokter pun tidak segan-segan di"CIAK"Silahkan dikomfirmasi pada mantan Kepala Puskesmas Lawe Dua.Termasuk kapus yang baru juga.Kemana dana Kapitasi dan BOK itu direaliasikan.Siapa yang dilibatkan sebagai koordinator program.Berapa anggaran,apa saja sasaran program,buktikan dokumen poto setiap kegiatan.Dipastikan mereka akan mencret bahkan bisa kencing berdiri.Silahkan dicek anggaran dari tahun 2022 hingga 2026 .Saya pastikan,dugaan penyimpangan dana BOK dan JKN itu bakal ketauan  bau busuknya  ada dimana-mana.Nasip yang sama juga ada dipuskesmas Lawe Sigala-gala dan Natam.Banyak stap tenaga medis bernasip yang sama dengan kami,rata-rata bau busuk itu.Pungkas sumber  mengakhiri dengan nada "Geram"


Menyikapi inpormasi yang berkembang.Biro media central.Kembali berupanya melakukan komfirmasi  kepada oknum kapus yang dimaksud.Ironisnya.Dua nomor WahtSApP sang kapus tidak dapat lagi tersambung dengan media central.Sementara,mantan kapus lawe dua belum merespon panggilan WahtSApP dari  media central kendati aktip.Rabu.13 Mei.2026/Dar

Komentar

Berita Terkini