hariancentral-kutacane : Dugaan Korupsi .Kolusi.Dan Nevotisme,dalam penggunaan Dana Desa dikabupaten Aceh Tengara(agara) dapat dipastikan kronis alias stadium ampat.
Kronisnya dalam pengelolaan dana desa itu sudah menjadi rahasia umum bagi setiap kalangan elemen masyarakat.Bukan saja.wartawan dan LSM yang kerap geleng kepala melihat realisasi dana desa yang dijalankan oknum kepala desa.Setingkat anak SD dan SMP pun,bahkan sudah kerap mengucapkan kata- kata Korupsi semenjak ada dana desa.
Sayangnya.Kendati di 16 kecamatan yang ada diaceh tenggara ditengarai menjamur virus korupsi dari dana desa.Bapak kapolres dan Kajari agara tampaknya terkesan tutup mata.Pasalnya"Masyarakat dapat menghitung.Berapa kepala desa yang sudah masuk penjara.Berapa anggaran dana desa itu yang ada pengembalian melalui korupsi untuk negera.Yang terlihat hanya menyangkut Tindakan Narkoba.Padahal.Korupsi itu adalah biangnya segala hal.Musuh nyata yang dapat sengsarakan rakyat jelata hingga pemerintah dan negara.
Kata tegas diatas disampaikan sumber media central yang juga berprofesi sebagai kontrol sosial belum lama ini dikutacane.Minta identitasnya dirahasiakan.
"Kali ini.Lanjut sumber pada media central
aya.Saya Minta identitas saya tidak disebutkan.Bukan berarti takut.Namun sebuah penghormatan pada sesama pendiri LSM Artinya"Saya menghormati Ketua LSM nya.Bukan sebaliknya.Oknum kepala desa yang masuk atau terdaptar dalam struktur lembaganya.
Pasalnya"Kendati itu tidak melanggar undang-undang .Dan ADRT mereka membisakan oknum kepala desa menjadi LSM?Sebaliknya. Secara pribadi saya menilai,tindakan ketua LSM yang menerima oknum kepala desa menjadi LSM sebuah pengangkangan yang dapat menjadi citra buruk/ menjadi tontonan nyata,melambangkan jati diri sebuah lembaga dan ketua LSM tidak sesuai lagi dengan moto perjuangan/tujuan lembaga yang ada malah dapat terjadi melindungi oknum kepala desa nakal dengan alasan mereka bagian anggota lembaga yang dipimpin.Artinya"Tampa kita sadari,Kita telah yang membuat diri dan lembaga kita ternoda. Koar-koar tentang pemberantasan korupsi.Paktanya diduga ikut gerogoti .Tutur sumber tampa mau menyebutkan nama lembaga yang dimaksud.
"Rahasia itu.Jawab beliau senyum pada media central."Kendati saya geram menerima laporan dari rekan kontrol sosial yang lain atas tindak tanduk oknum kepala desa menjabat sebagai LSM itu , yang terkesan sangat terlindungi karna sudah mengantongi kartu LSM?tidak salah untuk diberikan pencerahan langsung sembari mengingatkan pada setiap ketua lSM yang bertindak sama.Jangan menjadi tameng bagi oknum kepala desa,Jika perlu,Kita lah terlebih dulu membersihkan mereka dari tindakan dugaan Pidana korupsi.Itu baru"Pakta" bukan sebaliknya,galang oknum kepala desa yang bertujuan juga agar mudah galang dana.Alhasil" Kiita tutup mata.Tandas sumber.
Selain itu.Saya juga ingatkan kepada oknum kepala desa yang dikabarkan sudah menjamur mengantongi kartu LSM. Jangan terlalu yakin tidak akan tersentuh oleh hukum,apalagi merasa aman dari kejaran komfirmasi dari pihak wartawan dan LSM yang lain. 10 kartu dan baju LSM yang anda kantongi.Anda tetap bisa dikomfirmasi . Yang lain bisa mengalah sembari diam mendengar perkataan mu"Saya juga LSM dan Bla-bla-bla"Namun saya, suatu saat pasti akan datang.Kami doakan.Semoga tidak ada satu meterpun / satu barangpun,hak masyarakat mu yang kau makan.Bersihkan anggaran mu dimasa kepemimpinan mu agar kelak jangan menjadi mimpi buruk bagi dirimu dan keluargamu.Dan harus dicatat.Kendati kita saudara.Bukan berarti.Menjamurnya dugaan korupsi dana desa mu.Serta tingginya angka kesombongan mu.Maka kau bukan juga siapa-siapa dimataku.Apa lagi,kami harus melindungi dosamu.Tandas sumber mengakhiri yang merasa prihatin atas apa yang dialami rekan-rekan junior saat melakukan tugas dilapangan/Dar-Kamis.09 April.2026.
.jpeg)
