|

Petani Nias Keluhkan Pupuk Bersubsidi, RDP Lintas Komisi Kehadiran Dewan Jadi Sorotan





Hariancentral,net| Nias – Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo, SE., memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi terkait kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska atas keluhan Kelompok Tani Kecamatan Bawolato. Rapat digelar di Kantor DPRD Nias, Senin (18/5/2026).  




Dalam forum tersebut, Ketua DPRD mempersilakan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bawolato, Marseli Zebua, untuk menyampaikan aspirasi para petani. 


Marseli menegaskan bahwa kelangkaan pupuk NPK terjadi di sejumlah desa dan berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat.  


“Kondisi ini membuat petani kesulitan. Distribusi pupuk dinilai tidak merata dan tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.  


Selain kelangkaan, petani juga mengeluhkan perbedaan harga pupuk di tingkat kios, bahkan ditemukan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). 


Sistem pengambilan pupuk berbasis aplikasi turut dinilai menyulitkan, khususnya bagi petani di desa.  


Marseli menambahkan, jika persoalan ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa serius terhadap produksi pertanian. “Kami khawatir hasil panen menurun, bahkan berisiko gagal panen jika pupuk tidak segera tersedia,” tegasnya. 


Ia juga menyoroti dugaan penggunaan pupuk bersubsidi oleh petani kelapa sawit serta belum jelasnya keberadaan kantor dan gudang distributor pupuk di Kabupaten Nias.  


Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nias, Taondrasi Mendrofa, S.Sos., M.Ec.Dev., menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi sempat terjadi pada Januari–Maret 2026 akibat dampak bencana di daratan Sumatra. Namun, sejak April 2026 stok pupuk NPK Phonska sudah terpenuhi.  


Ketua DPRD Nias, Sabayuti Gulo, SE., menegaskan agar Satgas yang telah dibentuk segera turun ke lapangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi. Ia memastikan bahwa poin-poin aspirasi petani akan dibahas oleh komisi terkait dan hasil rekomendasi akan disampaikan kepada dinas, distributor, serta kelompok tani.  


Terpantau, sekitar 70 persen anggota DPRD Kabupaten Nias tidak menghadiri RDP tersebut. Meski demikian, sejumlah dinas terkait hadir termasuk Asisten II mewakili Sekda, Kadis Pertanian dan Ketahan Pangan, Perikanan, Kadis Koperasi dan UMKM dan beberapa Kabag Setda dan staf, begitu juga perwakilan PT Pupuk Indonesia, distributor pupuk bersubsidi wilayah Nias PT. Makmur Tunggal Sentosa, PT. Eka Perkasa Sejahtera serta pihak kios/UD hadir dalam rapat sementara Distributor PT Kasumbo tidak hadir dengan alasan tidak jelas, 


Kehadiran pemerintah daerah dinilai menunjukkan komitmen untuk mendengar aspirasi rakyat, namun absennya sebagian besar anggota DPRD tetap menjadi sorotan utama. 


Publik berharap agar ke depan DPRD lebih serius menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi, sehingga RDP benar-benar menjadi wadah solusi, bukan sekadar seremoni. (E7177)

Komentar

Berita Terkini