hariancentral net, Kabanjahe : Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara bersama Inavis Polres Karo terjun langsung melakukan penyelidikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat 15 Agustus 2026.
Lokasi SPPG tersebut berada di area Kodim 0205/Tanah Karo Penyelidikan dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi, setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
*Amankan dan Periksa Barang Bukti
Dalam penyelidikan, Tim Labfor memeriksa sejumlah barang bukti di lokasi, meliputi sisa makanan dan tempat pembuangan limbah. Sebagian barang bukti kemudian dibawa untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kejadian.
*Kodim 0205/Karo Hanya Sediakan Tempat
Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan*, menegaskan bahwa Kodim hanya memfasilitasi tempat untuk operasional dapur MBG.
"Kami meminta kepada instansi terkait agar segera memeriksa apa penyebabnya sehingga ada siswa yang diduga keracunan akibat menyantap MBG dari SPPG Karo Sempajaya ini," ujar Dandim.
"Melalui media ini saya sampaikan bahwa dapur MBG tersebut tidak ada kaitannya dengan Kodim 0205/Tanah Karo. Memang dapur MBG ini terletak di area Kodim, namun Kodim hanya menyediakan tempat. Untuk masalah masak-memasak maupun penyedia sayur mayur dan ikan, kami tidak mencampuri. Sekali lagi saya tegaskan keterlibatan Kodim tidak ada sama sekali dengan Badan Gizi Nasional khususnya yang berada di area Kodim ini," tegas Letkol Robert.
*Kondisi 247 Siswa SMAN 1 Berastagi Berangsur Pulih
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati Br Ginting menyampaikan total siswa yang terdampak di sekolahnya berjumlah 247 orang.
"Semalam siswa tersebut sudah kita antar ke RS Efarina, RS Amanda, RSUD Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe. Alhamdulillah kondisi kesehatan siswa sudah berangsur pulih," ujarnya.
Normawati juga mengatakan pihaknya terus mendampingi siswa yang masih dalam perawatan.
"Tadi setelah rapat, saya langsung perintahkan guru untuk mendampingi siswa yang masih di rumah sakit. Tadi juga masih ada 3 orang siswa yang mengalami pusing dan langsung kita antar ke RS Amanda," tambahnya.
Saat ini proses investigasi oleh Tim Labfor Polda Sumut bersama BGN RI dan Dinas Kesehatan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian. (Pangab)

