hariancentral-kutacane. Pekerjaan sejumlah Proyek. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi(P3-TGAI).Tahun 2026.Sumber dana APBN.Menyebar diberbagai desa dan Kecamatan Kabupaten Aceh Tenggara(agara).Dikerjakan atas nama Kelompok.Sangat memprihatinkan.Sarat dengan berbagai Penyimpangan.
Berdasarkan data Investigasi dilapangan.Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pelaksana terlihat jelas. Tidak menjaga kwalitas.Melainkan untuk meraup keuntungan dengan cara, mengurangi sejumlah volume yang sudah ditentukan dalam kontrak.
Sangat disayangkan.Kendati dana kegiatan dialokasikan sangat fantastik.Ironisnya.Belum serahterima pun,kini sejumlah proyek sudah menjamur dengan berbagai temuan yang disinyalir kuat menyimpang dari spesifikasi petunjuk teknis.
Seperti"Pecah,retak,berlobang,bahkan tampak hampir roboh.Setruktur bangunan yang baru siap dikerjakan,"terpisah" tampa saling mengikat.
Buruknya kwalitas pekerjaan.Akibat lemahnya adukan material.Tidak memakai pondasi dasar. dan menjamurnya batu-batu besar yang masuk dalam struktur bangunan.
Berbagai dugaan itu dapat dilihat pada lokasi kegiatan.Diantaranya"Desa Antara.Kecamatan Bambel.Desa Kandang Belang Mandiri.Kecamatan Lawe Bulan.Dan desa Lawe Kinga Lapter.Kecamatan Semadam.
Bahkan.Pekerjaan yang berlokasi pada desa kandang belang mandiri sangat mengejutkan. Kwalitas Proyek sangat jelas terlihat buruk.Selain struktur bangunan tampak rusak alias mau roboh, tidak lagi mengikat.Proyek itu juga tampak tidak memasang papan plak kegiatan.Sementara didesa lawe kinga lapter.Papan proyek terpasang namun tidak mencamtumkan panjang volume fisik kegiatan.Dan Struktur bangunan tampak memprihatinkan alias asal jadi.
"Fee Proyek menjadi Pemicu"
Bobroknya kwalitas Proyek P3-TGAI.Dipicu.Besarnya nominal rupiah yang dikeluarkan pihak ketiga(Fee Proyek) kepada oknum pemilik pokir.Anggota DPR-RI.Melalui kepercaya'an mereka masing-masing.Dugaan jual beli paket proyek ini sudah menjadi rahasia umum setiap tahunnya diberbagai kalangan elemen masyarakat aceh tenggara.
"Jangan heran.Kwalitas Proyek yang dikerjakan diberbagai desa dan kecamatan itu "Buruk"Bahkan sebelum dimanpaatkan.Banyak yang roboh.Pertayaannya?Adakah tindakan tegas dari institusi penegak hukum dan adakah penegasan yang lugas dan tegas apalagi mengeluarkan rekomendasi agar berbagai kasus yang mencuat dapat diusut tuntas dari oknum Anggota DPR-RI selaku pemilik Pokir!!Padahal.Dugaan itu bukan saja terjadi pada setruktur bangunan.Namun lebih parah dari itu.
Yakni"Rakyat lagi-lagi diperdagangkan. Pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan oleh masyarakat atas nama kelompok itu.Hanyalah pormalitas diatas kertas.Hak mereka yang harusnya dijaga dan dibina malah dirampas.Kelompok hanya menjadi penonton sembari diimingi-imingi dengan sejumlah uang agar segala syarat aministrasi tetap lancar sesuai kehendak pihak ketiga/kontraktor yang bermain dibalik layar.Wajar saja.Setiap tahun proyek P3-TGAI diagara sangat memprihatinkan.Pemborosan uang negara.Lahan aceh tenggara dijadikan ladang korupsi bagi oknum-oknum intlektual.Bicara atas nama rakyat,namun pakta dilapangan menindas dan mengelabui hak rakyat.Tandas ketua LSM Tipikor agara. Selas.5/8/2026."Bersambung"/ Dar




