|

Nakes Klinik Djohan Suruh Keluarga Pasien Periksa Suhu Sendiri




Tebing Tinggi, Harian Central.net


Seorang pegawai nakes (tenaga kesehatan) yang dipekerjakan di Klinik Djohan, Jalan Kapt. F. Tandean Kota Tebing Tinggi  dinilai keluarga pasien tak profesional, karena menyuruh keluarga pasien mengukur suhu tubuh anaknya yang berobat di klinik itu. Kekecewaan pelayanan buruk nakes tersebut diungkapkan Irlan Jaya Situmorang, warga Desa Marjanji, Kec. Sipispis, Selasa (11/08/2026) kepada wartawan dan ia berharap agar Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi bertindak mengevaluasi Klinik Djohan dan menegur Nakes yang tak profesional. 


Buruknya pelayanan kesehatan di Klinik Djohan tersebut dialaminya saat ia dan istri membawa anak mereka yang berusia 6 tahun untuk berobat  karena anak mereka sedang mengalami sakit demam tinggi.


Kejadian bermula saat seorang perempuan oknum tenaga kesehatan atau pegawai Klinik Djohan meletakkan alat kesehatan  termometer diatas meja dokter sambil menyuruh orang tua anak tersebut untuk memeriksa sendiri suhu badan anaknya, Senin (10/08/2026)


Melihat pelayanan yang tidak lazim itu, Irlan Jaya Situmorang SH sebagai orang tua kandung (ayah) dari anak tersebut mengkritik pelayanan oknum pegawai tenaga kesehatan Klinik Djohan tersebut.


"Kenapa kami yang memeriksa anak kami sendiri yang sedang sakit, kami datang kemari mau berobat, kami serahkan dan kami percayakan semua penanganannya kepada tenaga medis atau tenaga kesehatan tempat kami berobat, karena kami sebagai masyarakat gak tau menau soal medis, makanya kami datang ke sini mau berobatkan anak kami, kalau kami yang meriksa sendiri, ngapain kami datang kemari, dirumah ajalah kami," kata Irlan Jaya.


Irlan Jaya Situmorang SH juga menyampaikan agar jangan seperti itu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, karena menurut Irlan Jaya Situmorang SH yang juga aktif sebagai sosial kontrol dan praktisi hukum, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik sesuai prosedur dan peraturanan undang-undang kesehatan.


"Selain obat yang diberikan, tegur sapa yang baik dari tenaga medis, juga menjadi obat buat pasien, karena dapat menjadi penyemangat dan membuat orang sakit menjadi sehat,"  ujar  Irlan Jaya Situmorang SH lebih lanjut,  yang juga sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Serdang Bedagai - Kota Tebing Tinggi ini.


Saat Irlan mempertanyakan untuk mengkonfirmasi apakah pelayanan yang dilakukan oknum tersebut sudah sesuai prosedur atau SOP, tapi oknum pegawai tersebut malah mengambil handphone dari ruangan depan pelayanan dan masuk lagi ke ruangan dokter sambil merekam keluarga pasien yang sedang menegur pelayanan nakes tersebut.


"Saya tenaga medis butuh tanda bukti, inilah merekam ini," katanya sambil merekam orang tua pasien yang menyampaikan kritik terkait pelayanan. 


Sambil berdiri dan goyang-goyang kaki, oknum Pegawai Klinik Djohan ini malah mengomel bahwa pasien yang datang berobat jangan cari-cari alasan. 


"Jangan cari alasan, gak ada disini cari-cari alasan," katanya lagi seolah tidak memperbolehkan pasien yang datang untuk duduk sejenak, tanpa mengarahkan pasien sebagaimana mestinya untuk diberikan pelayanan kesehatan.


Parahnya lagi, oknum pegawai tenaga medis atau tenaga kesehatan ini seolah melarang masyarakat yang ingin menyampaikan koreksi ataupun kritik atas pelayanan yang diberikan.


"Jngan tenaga medis saja yang dikritik ya pak, kami pun wajib mengkritik, jangan hanya kami yang dikritik," kata oknum ini lagi.


Heni Butarbutar, oknum yang dimaksud ketika dikonfirmasi, Selasa (11/08/2026) mengakui bahwa menyuruh orang tua anak memeriksa suhu badan memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai prosedur tindakan yang baik terhadap pasien.  Sambil menangis tersedu-sedu ia berjanji akan meminta maaf kepada Irlan Situmorang. Ia merasa tersinggung dan malu karena Pak Irlan Jaya Situmorang memvidiokannya, dan ia takut video itu tersebar luas.

Sementara Penanggungjawab Klinik Djohan, dr. Junica Handayani sedang berada di Medan.

 (Asmi)

Komentar

Berita Terkini