HarianCentral,net| Nias — Program revitalisasi SD Negeri 075814 Hilifadolo, Desa Banua Sibohou Silima Ewali, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat setempat.
Ketua P2SP SD Negeri 075814 Hilifadolo, Faulunasokhi Laia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas perhatian dan bantuan revitalisasi sekolah melalui program Tahun Anggaran 2026.
"Terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Nias atas bantuan revitalisasi sekolah. Kami juga berharap adanya pembukaan badan jalan baru agar akses menuju sekolah tidak lagi harus menyeberangi Sungai Nalawo," ujar Faulunasokhi Laia saat ditemui di lokasi sekolah, Selasa (22/9/2026).
Kepala SD Negeri 075814 Hilifadolo, Murniati Lahagu, menjelaskan program revitalisasi tersebut bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan pagu anggaran sebesar Rp861.040.162,02 untuk Tahun Anggaran 2026.
Menurut Murniati, pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan gedung permanen tiga ruang belajar (rombel), pemasangan plafon PVC, lantai keramik, pemasangan pintu dan jendela, pengecatan, serta pembangunan satu unit WC dengan dua pintu.
"Kayu yang digunakan kualitas nomor dua (Simalambuo), sesuai petunjuk teknis dan arahan konsultan," jelasnya.
Ia mengatakan, dukungan masyarakat setempat dan pengurus komite turut membantu kelancaran pelaksanaan program tersebut. Hingga Selasa (22/9/2026), progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 37 persen.
Murniati menyebutkan, SD Negeri 075814 Hilifadolo saat ini memiliki 25 siswa dan lima orang guru, termasuk kepala sekolah. Namun, pihak sekolah masih membutuhkan tambahan tiga guru kelas untuk mendukung proses pembelajaran.
Di tengah pelaksanaan revitalisasi, pihak sekolah juga berharap adanya dukungan lanjutan dari Pemerintah Daerah maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memenuhi sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
"Harapan kami ada lanjutan bantuan pembangunan, seperti rumah dinas guru, kantor guru, ruang perpustakaan, ruang UKS, serta mobiler sekolah," harap Murniati.
Selain keterbatasan sarana dan prasarana, persoalan akses menuju sekolah menjadi perhatian tersendiri. Murniati mengungkapkan, untuk mencapai SD Negeri 075814 Hilifadolo, warga dan tenaga pendidik harus melewati sekitar lima kali penyeberangan Sungai Nalawo.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika musim hujan karena debit dan arus sungai dapat menjadi deras.
"Akses menuju sekolah ada lima kali penyeberangan Sungai Nalawo. Apalagi bila musim hujan, arus sungai sangat deras. Itu menjadi salah satu penghalang untuk sampai ke sekolah," ungkapnya.
Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat membuka badan jalan baru menuju sekolah sehingga akses pendidikan tidak lagi bergantung pada penyeberangan sungai.
"Harapan kami agar ada pembukaan badan jalan sampai ke sekolah sehingga tidak perlu lagi melintas Sungai Nalawo," katanya.
Sementara itu, Bendahara P2SP SD Negeri 075814 Hilifadolo, Sadarman Laoli, S.Pd., SD, mengatakan pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan pembangunan sekolah berjalan dengan baik dan mengedepankan transparansi.
Ia menyampaikan bahwa penggunaan anggaran revitalisasi dilakukan sesuai kebutuhan pekerjaan serta ketentuan yang berlaku.
(E7177)


