|

Kapolres agara Diminta Panggil Pelaksana Proyek Normalisasi Pelebaran Parit Desa Kutabatu dua Kecamatan Lawe Alas Disinyalir Sarat KKN



hariancentral-kutacane


Munculnya pemberitaan dimedia central. Adanya dugaan Penyimpangan pada pekerjaan Proyek Normalisasi Parit.Yang terletak pada desa Kutabatu dua dusun pakhik botong.Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara(agara).Menuai kritikan tajam dari banyak kalangan.


Kenapa tidak!! Paket proyek Normalisasi dari Dinas PUPR agara,menelan dana APBK Tahun 2026 sebesar Rp.195 juta.Diperkirakan hanya habis 45 juta.Hanya bermodal Alat berat(Beko) dengan waktu 5 hari kerja.


Proyek itu merupakan pokir Anggota DPRK agara.Inisial M.Yang disebut-sebut juga  sebagai kontraktor proyek tersebut alias bermain dibalik layar.


Yang menjadi sorotan.Bukan saja menyangkut ketidak wajaran dalam penempatan Anggaran atau Perencanaan.Yang sudah jelas memberikan keuntungan   

 Berlipat ganda.Padahal.Setiap paket proyek itu sudah ditentukan pendapatan yang diatur secara hukum.


Namun"Proyek Normalisasi parit itu juga disinyalir kuat terjadi berbagai penyimpangan yang  tidak sesuai dengan spesifikasi  teknis.


Seperti.Panjang volume proyek seharusnya mencapai 1600 meter.Namun dipredeksi kuat hanya dikerjakan 1430 meter.Lebar proyek dikabarkan seharusnya 4 meter.Dikerjakan kurang lebih.1,5 meter.Bahkan itu sudah dihitung dengan parit yang sebelumnya sudah ada(Parit lama)Alias tinggal pelebaran.


Kendati untung berlipat ganda.Lokasi yang dikerjakanpun parit lama.Namun ironis.Pekerjaan yang dilakukanpun sangat terlihat bobrok alias asal jadi.Bahkan bagian sebelah ada yang tidak tersentuh oleh alat berat.Lain lagi dengan benda-benda yang bisa masih berselimak tidak diangkat.Persis mbak pekerjaan kerbau.Asli asal jadi bang.Sadis dan kejam.Wakil rakyat yang seharusnya memberi ketenangan pada rakyat,malah sebaliknya yang kami dapat. Lahan dan nama masyarakat benar-benar dijadikan manpaat.


"Sampai hari ini bang.Tidak ada alat berat yang masuk lagi kelokasi proyek.jawab sumber saat ditayak kembali menyangkut Perkembangan proyek tersebut.

"Jangan percaya sama Dewan M itu.Kalau belum siap mana mungkin beko pulang.Plank proyek pun sengaja tidak mereka pasang.Agar warga tidak tau volume proyek itu.

Lanjutnya"M.Tidak sedikitpun berpikir,jika kegiatan dia itu bocor pada wartawan.Sekarang dia sudah  bumbrang tidak karuan.

Pasalnya" Beber sumber.Kabar yang saya dapat.Ada salah satu warga yang dia curigai,Bahkan salah satu oknum kepercayaan M langsung mendatangi  yang masih ada ikatan saudara dengan saya bang.Intinya?Dia yakin,orang itulah yang melapor pada wartawan central.Kejadian semalam bang.Saya pantau mereka.Perut saya benar-benar terasa  sakit bang..Bocornya terbahak-bahak pada media central.

Dia juga berharap.Kapolres yang baru harus melakukan lidik dan memanggil pemilik CV.Melihat aliran dana proyek kemana dan lakukan kroscek langsung kelapangan.Dipastikan Anak SD pun tau itu proyek korupsi.Kok bapak kapolres yang baru tidak mau unjuk gigi.Kalau hanya hadir tunggu laporan dan goyang kaki.Lebih baik bapak kapolres yang baru termasuk kejari.Minggat lagi dari Aceh tenggara.Mintalah tugas di Papua.Pungkas sumber.Minggu.16/8/2026/Dar

Komentar

Berita Terkini