|

Lingkungan Kantor KPH Kehutanan Kabanjahe Digenangi Air, Terkesan Kumuh



hariancentral.net, Kabanjahe : Lingkungan bersih menjadi prioritas dalam kehidupan umat manusia dimanapun berada, termasuk di Tanah Karo yang dikenal berada di dataran tinggi berbukit, udara segar, asri, bersih, khusus di lingkungan perkantoran pemerintahan, namun hal ini tidak menjadi acuan di lingkungan kantor PKH Kehutanan Kabanjahe yang terletak di Jalan Samura Kabanjahe, pasalnya lingkungan kantor ini terkesan kumuh karena jalan masuk dan halaman kantor becek tergenang air serta parit depan kantor sumbat, membuat sumber penyakit bagi warga sekitar.


Pantauan wartawan di lokasi kantor, keadaan lingkungan kantor KPH Kehutanan Kabanjahe tersebut, keadaan lingkungan kantor ini becek dan tergenang air apalagi bila turun hujan, parit di depan kantorpun  tumpat dan jorok.


Hal ini sudah berlangsung lama namun tidak menjadi perhatian pimpinan maupun staf, sehingga menjadi pertanyaan besar bagi warga sekitar kantor, karena membuat suasana tidak asri atau bersih, becek atau tergenang air sampai ke badan jalan, yang berdampak terganggunya kenderaan bermotor yang melintas di lokasi ditambah lagi dengan kerusakan jalan yang parah didepan kantor tersebut.


Kepala KPH Kabanjahe, Ramlan Barus saat ditemui Awak media, Jumat (12/6) di kantornya, mengatakan pihak belum ada anggaran perbaikan untuk itu, singkat.


Sementara itu, Pengamat Kehidupan sosial dan Kamtibmas, Mikael Sinurat kepada Awak media, Senin (15/6), di Kabanjahe, mengatakan, pihaknya sangat perduli atas keadaan yang terjadi di lingkungan kantor KPH Kehutanan Kabanjahe, yang becek dan banjir jalan masuk kantor serta halaman kantor, begitu juga dengan parit yang tumpat membuat lingkungan kotor dan sumber wabah penyakit.

Untuk itu pihaknya memohon pihak kantor sebagai pemerintah memberi contoh yang baik dan pelopor kebersihan lingkungan sebagai bagian peradaban kehidupan manusia, apalagi hal ini bagian pokok Program Pasangan Antonius-Komando, tentang beriman, unggul, lingkungan bersih dan korupsi, tutup Mikael  (Pangab)



Komentar

Berita Terkini