|

Inspektorat Agara Diminta Audit Anggaran OPD, Jangan Coba Main Mata



hariancentral-kutacane.


Menjamurnya berbagai dugaan Penyimpangan Dana APBK di Aceh Tenggara(agara).Plt Inspektur Inspektorat agara diminta Audit menyeluruh Anggaran yang  masuk ke  seluruh OPD.Seperti"Dana Rutin.Dana Perjalanan Dinas.


Harapan itu disampaikan.Masyarakat Revormis.Minta identitasnya dirahasiakan.Menyikapi terjadinya berbagai dugaan Penyimpangan dana APBK tahun 2024-2025 pada Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara.

Menurut dia.Uang rakyat.Hasil keringat rakyat,yang disalurkan pada pihak instansi pemerintah rentan disalahgunakan oleh para pejabat,dari tingkat bendahara hingga kepala dinas diduga kuat bermain untuk memperkaya diri diatas penderitaan masyarakat.Dengan bermacam moduspun dimainkan,yang penting bisa ciak uang rakyat.


Salah satu dugaan itu dapat dilihat.Realisasi penggunaan dana rutin serta dana perjalanan dinas.Modus yang kerap dilakukan.Seperti perjalanan fiktif(tidak pernah berangkat).Mark-up(melebih-lebihkan biaya hotel/transportasi).hingga pemotongan anggaran oleh oknum bendahara.


Menariknya"Kadis dan bendahara nekat membuat dokumen pertanggung jawaban(tiket.Kuitansi hotel,dan boarding pass)seolah-olah melakukan kunjungan kerja,padahal tidak pernah berangkat.Menariknya.Ada juga kunjungan keluarga(Pribadi),namun dibuat SPJ untuk pertanggung jawaban dana Perjalanan dinas. Hal yang sama juga terjadi pada biaya makan minum.Para Pejabat kerap sekali bekerja sama dengan pihak penyedia layanan,menerbitkan kwitansi dengan nominal yang lebih besar dari pada biaya riil.Bahkan diduga kuat.Menjamur dengan Fiktip.Kwitansi dan stempel ada.Kegiatan nihil alias gelap gulita.

 "Saya minta.Anggaran OPD di Audit oleh pihak  inspektorat. Prioritaskan pada dana perjalanan dinas dan dana rutin.


Pasalnya.Indikasi Penyimpangan anggaran itu bukan saja terjadi pada dinas Syari'at islam saja,diduga kuat,secara menyeluruh para kepala dinas bermain dari angaran tersebut,memperkaya diri dan golongan diatas penderitaan masyarakat.Bahkan".Bukan OPD saja itu terjadi.Inpormasi yang kami terima.Dugaan itu juga parah terjadi di DPRK agara. Melalui bagian Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat setempat.Tandaa sumber geram dan lugas.Rabu.10/6/2026.

Menjawab central.Sumber menambahkan


"Jika ingin perbaiki negeri.Sudah saatnya.Saudara fahmy,Selaku Plt Inspektur Inspektorat agara unjuk gigi.


Jangan mentang-mentang adik kandung bupati,bekerja sesuka hati.Buktikan dan selamatkan uang rakyat.Periksa ulang semua anggaran OPD termasuk dibagian Sekretariat Dewan perwakilan rakyat.Buka semua dokumen tahun 2024-2025.Audit ulang kembali.Saya pastikan korupsi itu menjamur terjadi.Jangan Audit asal audit.Ujung-ujungnya "BADU"Alias bagi dua.Sampai kapanpun rakyat tidak akan sejarahtera.Kita tunggu langkah maju saudara fahmy.Buktikan dan harumkan nama bupati dengan tindakan-tindakan yang bermanpaat pada rakyat dan negara.Jangan hanya tebar pesona.Turun tidak ada manpaat pada masyarakat dan negara.Kembalikan uang rakyat.Catat nama pejabat nakal.Mutasikan secara total.Itulah langkah yang benar,jika kita ingin merdeka.Pungkasnya tegas mengakhiri.


  "Kadis dan Bendahara Dinas Syariat Islam agara Pakum"


Menyangkut dugaan Penyimpangan Dana APBK pada Dinas Syari'at Islam Aceh Tenggara.

Biro media central.Rabu.10/6/2026.Kembali menindak lanjuti inpormasi yang terserap.Perihal.Adanya dugaan Penyimpangan dana rutin didinas syariat islam.

Anehnya"Ketika media central melayangkan pesan pada bendahara syariat islam.Inisal"A"

Dengan isi pesan.

"Ass.Andi.Berapa dana rutin Dinas Syariat Islam tahun 2025..


Pesan media central dengan cepat dibalas oleh saudara"A"Namun sayangnya.Jawaban yang diterima sangat mengejutkan dada.

"Walaikumsalam......Tidak paham aku wan....!!!


Pesan itupun langsung ditindak lanjuti kembali oleh media central.Mempertayakan.Kenapa bisa tidak paham.Kau kan bendahara Kantor Dinas Syariat islam.


Sampai berita ini dilansir.Pesan tidak terbalas lagi.Nomor yang tadi manis tersambung,kini gelap gulita tampa sinyal nyata.


Jawaban yang mencurigakan itu  langsung ditindak lanjuti kembali pada kepala dinas syariat islam.

Parahnya.Bapak M.Radhi.Kadis Syariat Islam pun Pakum ntak berdaya.Panggilan melalui Aplikasi WahtSApP pun tidak diangkat kendati Aktif.

Media central.Belum dapat memastikan.Apakah bendahara dan kepala dinas lagi sakit perut atau lagi ber'aktivitas didalam kebun.Semoga klarifikasi dan inpormasi dapat secepatnya tersambung/Dar

Komentar

Berita Terkini