|

Diduga Kepala SDN 01 Tolak Orang Tua Mendaftarkan Anaknya



BATUBARA - Central Orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya di SD Negeri 01  Labuhan Ruku Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara ditolak dan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari kepala sekolah Kamis (4/6/2026).


Polemik sistem penerimaan murid baru di SD Negeri 01 Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan mengaku kecewa setelah anak ketiganya diduga ditolak saat hendak didaftarkan ke sekolah sebut orang tua siswa yang tidak mau disebutkan nama. Diceritakannya, pihak sekolah menolak pendaftaran anaknya dengan alasan domisili keluarga berada di Kota Medan, di luar wilayah Kabupaten Batubara.Padahal dirinya sudah hampir 10 bulan tinggal di Batubara, meskipun pihak sekolah menyarankan agar mengikuti pendaftaran tahap kedua.


Dirinya kuatir atas pengalaman serupa pernah dialaminya saat mendaftarkan anak kedua beberapa waktu lalu, pada akhirnya anak saya tidak diterima.Jika saya dipaksakan harus mendaftarkan anak tahap kedua" apakah pihak Sekolah dapat memberikan kepastian menerima anakKu ? kembali mempertanyakan kepada kepala sekolah.Diakuinya, situasi berubah menjadi tidak kondusif dan pihak sekolah diduga memperlakukan dirinya tidak menyenangkan, saat mempertanyakan kepastian tahap kedua kepala sekolah emosi, menyuruh saya keluar dari ruangan, bahkan mendorong saya dan mengajak berkelahi di lapangan sekolah bebernya.


Tidak sampai disitu, orang tua calon Siswa SDN 01 didampingi Awak Media mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara menyampaikan pengaduan secara resmi yang diterima Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara Tobok S.Tumorang.Pihak Disdik Batubara berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Terpisah M.Taufik warga Batubara menyesali sikap Kasek SDN 01 Talawi yang diduga melakukan pengusiran warga yang ingin mendaftarkan anak kesekolah, apalagi Guru mengajak orang tua murid berkelahi.Jelas bertentangan dengan prinsip profesionalisme dan etika pendidikan.(tim)

Komentar

Berita Terkini