|

Hidup Menumpang, Korban Bencana Mohon Perhatian Bupati Tapteng




HarianCentral,net| Tapanuli Tengah - Sudah beberapa bulan berlalu sejak bencana alam menghanyutkan rumah milik Ali Aro Lawolo, warga Lingkungan II Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. 


Namun hingga kini, bantuan pembangunan rumah yang diharapkan belum juga terealisasi, Minggu (14/6/2026).


Akibat kehilangan tempat tinggal, Ali bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah tetangga selama berbulan-bulan. Kondisi tersebut membuat mereka berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah.


"Sudah beberapa bulan kami menumpang di rumah tetangga karena rumah kami hanyut akibat bencana. Sampai sekarang belum ada pembangunan rumah untuk kami," ujar Ali Aro Lawolo.


Menurutnya, sejumlah pejabat telah melakukan kunjungan ke lokasi bencana, termasuk Presiden Republik Indonesia dan pihak kementerian. 


Kehadiran mereka saat itu sempat memberikan harapan besar bagi warga bahwa bantuan rumah akan segera direalisasikan. 


*Namun hingga saat ini, harapan tersebut belum menjadi kenyataan.*


Ali memohon kepada Bupati Tapanuli Tengah agar segera memberikan kepastian dan mempercepat realisasi bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.


"Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya ingin memiliki kembali tempat tinggal yang layak untuk keluarga kami. Kami berharap pemerintah segera membantu kami yang sampai hari ini masih menumpang dan hidup dalam ketidakpastian," katanya.


Kisah Ali Aro Lawolo menjadi gambaran perjuangan korban bencana yang hingga kini masih bertahan di tengah keterbatasan. Berbulan-bulan hidup menumpang di rumah tetangga tentu bukan kondisi yang diharapkan siapa pun.


Para korban berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kunjungan dan pendataan semata, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. (E7177)

Komentar

Berita Terkini