|

Anggaran Puskemas Lawe dua agara disinyalir Sarat KKN, Dana Kapitasi.JKN.BOK.Dan APBK dipertanyakan



hariancentral-kutacane.


Realisasi Anggaran tahun 2024-2025.Puskesmas Lawe  Dua.Kecamatan Bukit Tusam.Kabupaten Aceh Tenggara kembali disorot.


Oknum Mantan Puskesmas Lawe Dua disebut-sebut melakukan berbagai Penyimpangan Dana dengan angka yang sangat fantastik.mencapai ratusan juta rupiah,dari berbagai mata anggaran.Terstruktur dan Masif.Memperkaya diri dan golongan Diatas Penderitaan masyarakat dan para stap/Nakes.

 Adapun mata anggaran tahun 2024,yang disinyalir telah di"CIAK"oleh oknum mantan Kepala Puskesmas lawe dua  itu diantaranya"Dana Kapitasi.Disebut-sebut sarat manipulasi dan Monopoli.

Diduga.Lemahnya Pengawasan serta adanya dugaan main mata,antara pihak puskesmas dan Pejabat BPJS.Langkah untuk gerogoti uang negara itupun disebut-sebut berjalan mulus.Padahal.Data Laporan yang disampaikan diduga kuat tidak sesuai pakta dilapangan. 


Selanjutnya"Dana JKN.Yang seharus dapat meningkatkan kwalitas  pelayanan  bidang kesehatan,diduga kuat, ikut menjadi ladang Empuk untuk memperkaya diri sang Kapus bekerja sama dengan oknum bendahara.Hal yang sama juga terjadi pada Dana BOK

Dan APBK.


Inpormasi dan data dari nara sumber,yang layak dipercaya.Kepada central Mengatakan.

 Dana Bantuan Oprasional(BOK).Yang dikelola Pihak Puskesmas tahun 2024-2025 Sarat Korupsi.Kolusi dan Nevotisme(KKN).Diperkirakan.Program yang telah ditentukan itu tidak berjalan 50 persen.Bahkan ada kegiatan yang tidak dikerjakan alias fiktip.

Dana BOK ini benar-benar menjadi kolam susu bagi beberapa oknum kepala puskesmas nakal diagara.


Salah satunya Puskesmas Lawe dua.Beber sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.


Berdasarkan data.Rencana Pelaksanaan Kegiatan(RPK),tahun 2024 yang telah diberikan pada media central.

Puskesmas Lawe dua.Dengan total anggaran.RP.852.745.000.

Yang diperuntukan berbagai program kegiatan.Diantaranya"Upanya penguatan perencana melalui Mini Loka Karya.

Dukungan internet untuk pelayanan kesehatan.

Survei vektor(DBD Malaria dan leptospriosis) dan pengendalian vektor pengasapan/fogging,penyemprotan dinding rumah(IRS)arvasidasi DBD/Malaria dan PSN.

Selanjutnya.

Inpeksi kesehatan lingkungan ditempat pengelolaan pangan(TPP)Tempat Fasilitas Umum(TFU).Sarana Air Minum(SAM)dan  Fasyankes.Dan Masih banyak item kegiatan/sub kegiatan yang sudah diatur dalam  Alokasi Anggaran masing-masing hingga realisasi nya .

 Disebutkan juga.Selain berbagai sumber dana yang fantastik itu dikelola pihak Puskesmas.

Menariknya.Pihak Puskesmas Juga dikabarkan menerima dana dari APBK.

 Sangat disayangkan.Anggaran yang disebut-sebut sarat Penyimpangan itu belum berhasil dikomfirmasi pada Mantan Puskesmas Lawe dua termasuk kapus yang baru guna pensesuain data.

Pasalnya.Nomor WahtSApP yang dihubungi belum direspon mantan Kapus Lawe Dua agara/Dar

Komentar

Berita Terkini