TOBA, hariancentral.net – Menorehkan sejarah baru, SMA Negeri 1 Uluan resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Toba Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di kompleks sekolah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 8 Provinsi Sumatera Utara, Jhon Suhartono Purba, S.Pd., S.H., M.H.
Turut hadir mendampingi, Kepala Seksi SMA Cabdis Wilayah 8 Marudut Manullang, S.Pd., Pengawas SMA Eva Pasaribu, S.Pd., M.Si., serta seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Toba.
Penunjukan SMAN 1 Uluan sebagai tuan rumah merupakan hasil keputusan rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) pada 24 April 2026 lalu. Ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya ajang bergengsi ini diselenggarakan di wilayah Uluan, setelah sebelumnya rutin dilaksanakan di kawasan Soposurung.
Sembilan Cabang Lomba Dipertandingkan
Dalam ajang tahun ini, terdapat sembilan kategori lomba yang mempertemukan bakat-bakat muda terbaik, antara lain: baca puisi, cipta puisi, monolog, vokal solo, tari kreasi, gitar solo, desain poster, film pendek, dan kriya. Seluruh cabang lomba diikuti dengan antusias oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Toba.
Kepala SMAN 1 Uluan, Juliber Arman Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Merupakan kehormatan besar bagi kami dapat menjadi tuan rumah tahun ini. Kami telah berupaya maksimal menyiapkan sarana dan prasarana demi kelancaran acara. Besar harapan kami, kegiatan ini dapat melahirkan duta-duta seni terbaik yang akan mengharumkan nama daerah,” ujar Juliber.
Pendidikan Seimbang: Pikir, Rasa, dan Karsa
Dalam sambutannya, Jhon Suhartono Purba menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter melalui seni.
“Pendidikan yang ideal adalah keseimbangan antara olah pikir, olah rasa, dan olah raga. Melalui seni, siswa belajar tentang ketenangan, kejujuran, dan cara mengekspresikan diri secara positif. FLS3N hadir bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan wadah untuk mengasah kreativitas sekaligus membangun budi pekerti luhur,” jelasnya.
Para pemenang yang berhasil menjadi juara pada tingkat kabupaten ini nantinya berhak mewakili Kabupaten Toba untuk bertanding pada tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Suasana pembukaan terasa sangat meriah dan penuh warna. Acara ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis. Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi peserta dengan beragam kostum dan properti yang memukau, menunjukkan semangat tinggi untuk memberikan penampilan terbaik.
Oleh: Agus Juntak


