hariancentral-kutacane : Dugaan Penyimpangan Dana Bantuan Oprasional Sekolah(BOS).Di kabupaten Aceh Tenggara semakin Kronis.
Dana yang sudah dialokasikan pada pihak sekolah itu,bukan saja disalahgunakan dalam peruntukan yang semestinya.Anehnya"Dana itu malah menjadi ATM Empuk bagi oknum kepala sekolah tampa realisasi yang jelas.Sarat manipulasi.
Kenapa tidak?Melalui manipulasi data siswa.Dengan modus menambah nama murid yang diduga fiktip alias hanya dalam laporan aministratif.Oknum kepala sekolah dengan mulusnya menerima dana BOS sesuai jumlah murib yang dilaporkan.
Padahal.Apa yang dilaporkan oleh pihak sekolah jauh dari pakta yang ada.
Sistim ini hanya bermodal kan Enter dari komputer operator sudah mendapat dana BOS puluhan Juta.
Sistim yang dilakukan.Dalam rangka menggerogoti uang negara itu melalui dana BOS.Diduga sudah berjama'ah,terstruktur dan Masif melibatkan pihak pejabat dari kantor tingkat kabupaten dan pihak pengawas hingga tingkat Provinsi.Dengan sistim bagi hasil.Cair dana BOS semua dapat upeti dari oknum kepala sekolah.
Dugaan Penyimpangan dana BOS dan Manipulasi data Emis/Dabodik itu juga disinyalir kuat terjadi pada Sekolah MTsS Nurul AFIFAH Kecamatan Tanoh Alas.Kabupaten Aceh Tenggara(agara). Tandas Junaidi.
"Kita akan laporkan itu kepsek.Dugaan Korupsi dari dana BOS itu diduga kuat sudah berjalan lama.Uang negara sudah banyak terkuras dari beberapa modus yang dia lakukan.Beber Ketua LSM Gempita Aceh Tenggara.Yang Juga mantan membidangi dibagian pemgawasan untuk Pendidikan(sekolah) dibawah naungan Disdikbud agara.
"Kita mendapat inpormasi.Data siswa yang dilaporkan tidak sesuai fakta dilapangan.
Penambahan nama siswa siluman itu bertujuan untuk mendapat kucuran dana BOS agar terus besar mengalir ke rekening sekolah lalu dijadikan ATM untuk memperkaya diri dan golongan.
Dana itu Emfuk menjadi ladanh garapan bagi oknum tampa ada perhatian hukum.Belum lagi nama guru serta dana bantuan untuk siswa.Diduga kuat,ikut menjadi ajang korupsi bagi oknum kepala sekolah.Bendahara,operator dan pihak yayasan.Secara sistim,mereka inilah yang ikut andil sebagai aktor intelektual berjamaah menggerogoti uang negara disaat rakyat ini masih sengsara.Tandas Ketua Gempita geram.
"Junaidi Sp.Berjanji.Setelah mendapat data tambahan menyangkut tindak-tanduk oknum.Secepatnya kasus itu akan dilaporkan resmi secara hukum.Bahkan aku junaidi.Selain Kepsek Nurul AFiFAH .Masih ada Beberapa rumah sekolah yang bakal ikut terseret dalam laporannya.dengan modus yang sama.Seperti" SMA 1 Kutacane.Dibawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Dugaan Manipulasi dabodik itu diduga mencapai puluhan nama siswa fiktip yang dapat kita pertanggung jawabkan.
"Aneh.Kok Bisanya.Nama Siswa ditambah sesuka hati.Anehnya lagi.ada juga sekolah Nama siswa terdaptar di sekolah A.Dia juga terdaptar disekolah Si.B.Satu nama ada dua tempat sekolah siswa itu belajar dan terdaptar.
:
Ini akan menjadi contoh bagi mereka bagaimana nanti hukum akan kita paksa untuk bekerja tegas.Adil dan Profesional sebagai wujud Penyelamatan uang negara dan mengharumkan nama pendidikan pada bangsa.Bebas Korupsi.Kolusi dan Nevotisme(KKN)Pungkas Ketua LSM Gempita pada Central.Kamis.23/04/2026.Dalam keterangan Pers rilisnya.
Menjawab central.Jum'at'24/4/2026.Junaidi menegaskan.Indikasi yang dia terima bersipat dugaan yang kuat.Jika nanti tidak ditemukan Penyimpangan,Pihak kita pasti akan memberi apreasi yang mendalam serta acungan jempul pada pihak rumah sekolah.Mudah-mudah mereka bisa selamat dari dugaan manipulasi data siswa,namun saya tidak yakin sepenuhnya mereka bisa selamat dari dugaan penyalahgunaan anggaran dana BOS.Pasalnya"Berbagai inpormasi yang terserap,Bukan lah sebatas inpo kaleng-kaleng dan bukan satu dua penyalahgunaan itu terjadi djlapangan.Urainya menambahkan.Sembari menambahkan.Kita tidak memponis.Kita menyampaikan ada dugaan.Dan segala dugaan itu bakal kita timdak lanjut sampai pada institusi penegak hukum/Dar

