Serdang Bedagai, Harian Central.Net : Pentingnya penggunaan admixture dan pondasi yang tepat untuk pemasangan paving block agar tahan lama tidak menjadi perhatian Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kabupaten Serdang Bedagai, Jalan Medan Tebing - Tinggi Sukadamai, Sei Bamban.
Pemasangan paving block yang baik tidak hanya bergantung pada kualitas batu itu sendiri, tapi juga pada teknik dan material pendukung yang digunakan selama proses pemasangan.
Menurut pantauan wartawan di kawasan pemukiman dusun 5 Desa Simalas, Jumat (26/7/2025) pemasangan paving block panjang 210 meter lebar 3 meter itu diduga asal jadi, tidak mempertimbangkan kualitas dan ketahanan paving block tersebut.
Paving block dipasang di sana hanya bertumpuan pasir, lalu paving blok ukuran 10x20x6 cm disusun. Pada sisi pinggir dipasang papin block yang berukuran lebih besar, mandor Edi menyebut itu sebagai kanstin. Edi yang bekerja sebagai mandor CV Agung Sriwijaya, mengatakan memasang paving block ukuran lebih besar yang ia namakan kanstin itu, di sisi kiri dan kanan sudah cukup mengikat susunan paving blok sehingga tidak bergeser saat dilalui pengendara.
Namun hal ini dikuatirkan tanpa penggunaan admixture sebagai bahan perekat dan pondasi berlapis kerikil semen dikuatirkan kekuatan dan daya tahan paving block tidak akan lama. "Iya, jadi diikat pada kanstin saja, sudah cukup, tidak pakai cor," kata Edi yang menjadi mandor teknis, untuk proyek berbiaya Rp 199.609.200 tersebut.
Admixture adalah campuran bahan kimia yang ditambahkan ke dalam beton atau adukan untuk meningkatkan sifat fisik dan kimia, seperti daya rekat, keawetan, dan ketahanan terhadap cuaca. Jika pemasangan paving block dilakukan tanpa admixture, terutama jika bahan perekatnya hanya pasir biasa, maka kemungkinan besar akan terjadi rongga-rongga kecil di bawah permukaan paving block.
Rongga tersebut dapat menyebabkan paving block mudah bergeser, pecah, atau cepat rusak akibat tekanan kendaraan atau cuaca ekstrem. Selain itu, pemasangan tanpa pondasi berupa lapisan kerikil dan semen sebagai alas yang stabil juga akan mempercepat kerusakan.
Pekerjaan paving block dengan pondasi pasir seadanya dan tanpa penggunaan admixture sebagaimana terpantau di Desa Simalas merupakan salah satu contoh kecil dari banyaknya paving block yang rusak. Masyarakat mengharapkan jalan diperbaiki pemerintah kabupaten Serdang Bedagai dengan kualitas baik. Namun contoh kecil perbaikan jalan dengan menggunakan paving block tersebut dibangun tidak memperhitungkan kualitas. Masyarakat kuatir jalan paving blok itu rentan mengalami kerusakan prematur.
Proyek paving block di Desa Simalas, dilakukan tanpa menggunakan admixture dan pondasi yang memadai. Batu paving hanya disusun beralaskan pasir yang diatasnya disiram pasir seadanya. Kondisi ini dikuatirkan akan menyebabkan paving block di sana cepat bergeser dan rusak, sehingga tidak tahan lama dan membutuhkan perbaikan lebih sering.
Untuk memastikan paving block yang baik antara lain:
1. Persiapan Pondasi
Pondasi bawah harus menggunakan lapisan kerikil atau batu pecah dengan ketebalan minimal 15 cm, dipadatkan dengan baik untuk mencegah penurunan tanah.
2. Penggunaan Admixture pada Bahan Perekat
Campuran pasir dengan semen harus dilengkapi admixture untuk meningkatkan daya rekat dan mencegah rongga.
3. Pemasangan Paving Block
Paving block disusun rapat dan rata dengan pola yang sesuai, lalu disemen dan dipadatkan agar tidak ada rongga udara.
4. Perawatan dan Pengisian Celah
Setelah pemasangan, celah antar paving block diisi dengan pasir kering dan dipadatkan agar paving block stabil.
Dengan standar ini, paving block akan memiliki kekuatan lebih baik dan umur pakai yang lebih panjang, sehingga mengurangi biaya perawatan dan perbaikan di kemudian hari.
Demikian salah seorang warga bermarga Purba yang dimintai pendapatnya yang juga memantau pekerjaan paving block di Desa Simalas, Jumat (1/8/2025).
(Gilang)


