hariancentral-kutacane.
PPPK Paruh Waktu siluman.Saat ini dalam proses hukum berjalan di Polres Aceh Tenggara(agara)setelah adanya laporan secara resmi oleh .FREDDY SINAGA. .21 November. 2025.Surat Tanda Terima Laporan: REG/3591 X 1/2025/Reskrim.
Pasalnya"Peryataan Kapolres atas
Pengembangan kasus itu,kini sangat dinanti banyak kalangan.
Kenapa tidak
"Selain nama-nama PPPK Paruh waktu terindikasi banyak Siluman.Kasus itu juga dikabarkan sarat keterlibatan oknum pejabat demi meloloskan nama yang diduga siluman alias fiktip.
Inpormasi yang dapat dihimpun dari berbagai sumber.Mengatakan"Pihak Polres Aceh Tenggara sampai saat ini Pro'aktif melakukan proses hukum.Selain Pemanggilan para saksi-saksi untuk diperiksa oleh Penyidik.Seperti bendahara dari kantor kecamatan.Pihak Polres agara juga dikabarkan melakukan pengembangan kasus pada beberapa dinas yang terindikasi terlibat dalam Proses aministratif fiktip. Untuk memuluskan PPPK Paruh Waktu Siluman tersebut.
Selain itu.Ada juga yang mempredeksi.Pihak Proses tidak akan mampu membawa kasus itu sampai pada kursi pesakitan.Alias ntong kosong nyaring bunyinya.Pasalnya?Diduga kuat,Oknum pejabat hebat pun terlibat.Masip dan tersistematis.
Inpormasi yang semakin berkembang,Untuk memuluskan Proses PPPK Paruh waktu.Dana yang dikeluarkan dikabarkan berpariasi.Dari 15 hingga 25 juta rupiah.
Besarnya angka yang berani dibayar,mengakibatkan oknum pejabat pun berlomba-lomba melakukan intervensi dengan cara menitipkan nama-nama yang mereka kehendaki.Akibatnya.Lagi-lagi hak para honorer aktip terzalimi.
Dugaan itu juga kiranya dapat ditelusuri dari angka kenaikan jumlah nama tenaga honorer.
Artinya"Jika tahun 2024.Yang terdaptar aktif dibawah 800 kebawah.Pertayaannya?Kenapa setelah ada program untuk pengangkatan PPPK Paruh Waktu jumlah tenaga honorer itu dikabarkan dratis meningkat. Padahal.Keuangan daerah masih mengalami Dipisit.Terkesan dipaksakan.
Kita berharap.Lanjut sumber.Polres agara harus mampu membuka segala takbir sampai ke akar-akarnya, untuk menguatkan terjadimya sistim yang terstruktur dan masip yang dilakukan secara berjamaah.Lihat nama-nama yang ada.Dan lihat mekanisme kelayakan sistim penempatan anggaran dan lihat,selain siluman itu diduga terjadi dari tingkat.SD dan SMP.Apakah para siluman itu banyak terjadi juga dari tingkat kantor kecamatan hingga para dinas-dinas terkait.Seperti"Kecamatan Babul Makmur dan Satpol PP.Yang diduga muncul salah satu nama anak kadis PUPR Aceh Tenggara.Parahnya.Dikabarkan juga masih berstatus Mahasiswa.
Ditempat terpisah. Sumber lain juga menguraikan.
.Proses Pengangkatan PPPK Paruh Waktu,dipastikan dapat berjalan baik.Adil dan Bermartabat jika pihak BKD dapat menempatkan orientasinya dengan baik dan jujur serta mengacu pada data-data tenaga honorer yang sebelumnya sudah ada pada BKN.
Selain itu.Untuk memastikan ada permainan,seharusnya pihak BKD lah Yang mendapatkan temuan itu bukan sebaliknya.Malah orang lain.Artinya"Sangat kita sayangkan,BKD yang dapat dikatakan sebagai panitia pelaksana dan sebagai penanggung jawab malah terkesan tidak transpranan alias tertutup dengan berbagai hal.Seperti data nama honorer dan jumlah yang resmi terdaptar dipusat. Ada apa ini. Kenapa daptar honorer diagara dikabarkan naik dratis .Parahnya"Akibat napsu untuk mendapatkan upeti? Jangan-jangan,proses ini pun diusulkan dulu baru dianggarkan.Padahal daerah masih mengalami.beban dipisit anggaran. Ini semakin menguatkan, Ketua DPRK agara bersama kadis BKD yang diketahui sebagai Ipar kandung nya ikut main mata,Semoga APH Benar-benar buka mata.Buka telinga.Menjadi Pelovor agar rasa keadilan itu dapat kembali dirasakan oleh masyarakat Aceh tenggara.Harapnya mengakhiri
Tandas sumber yang berbeda.Mengaku bagian dari korban tindak-tanduk proses Yang dianggap tidak berjalan dengan benar.
Ditempat terpisah
.Freddy Sinaga.Saat dihubungi media central.12/4/2026.Mengatakan.
"Sebagai pelapor.Saya juga mendapat inpormasi.Jajaran Polres agara dibawah komando bapak kapolres,sejauh ini masih menjalankan tupoksinya dengan baik.Perihal,penanganan kasus PPPK Paruh waktu siluman yang kita laporkan.Tutur Freddy Sinaga yang dikenal aktip sebagai aktivis diwilayah agara.
"Selain pemanggilan saksi-saksi,kami sangat yakin juga,pengembangan kasus akan mereka lakukan bahkan daptar nama-nama yang bakal dipanggil secara profesional pastinya sudah ada pada daptar mereka.
"Kami memberi Afreasi pada bapak kapolres yang sudah sikap dan cepat melakukan proses hukum.Semoga pihak Polres secepatnya juga menetapkan oknum-oknum nakal hingga aktor intelektualnya menjadi tersangka.
"Tindakan oknum ini tidak bisa dipandang sebelah mata,banyak pihak yang tidak punya daya upanya sangat terpukul,terzalimi,tertindas karna ulah bejat mereka yang masip dan tersistematis.Tandasnya geram.
Menjawab central.
Freddy Sinaga Juga sangat menyakini,sistim titip menitip nama siluman itu kuat terjadi.
"Kita terus mendalami data konkrit tenaga honorer tahun 2024 yang dikabarkan berkisar dibawah 800.
"Menurut Freddy,kalau mengacu sisa honor yang aktif 2024,tidak sebanyak itu jika jujur menunjukan statistik di masing-masing instansi.Bahkan,lanjutnya. jika sisa honor itu diangkat diyakini anggaran daerah bisa mencukupi atau belum terlalu terbebani.Dia juga berharap kadis BKD Agara dapat lebih terbuka menyangkut proses Paruh waktu dan transpran menyangkut data-data yang dibutuhkan pihak kontrok sosial pungkasnya Freddy Sinaga Mengakhiri.
Sementara itu.Kapolres Aceh Tenggara sampai saat ini belum membalas pesan komfirmasi central menyangkut perkembangan proses hukum saat ini berjalan dipolres aceh tenggara/Dar

