hariancentral-kutacane.
Dugaan PPPK Paruh waktu siluman dikabupaten.Aceh Tenggara(agara) semakin hangat dibincangkan.
Menjamurnya dugaan PPPK Paruh waktu siluman,alias fiktip,dikabarkan sudah menjadi perhatian serius oleh Institusi penehak hukum,khususnya polres Aceh tenggara setelah dilaporkan secara resmi dari pihak penggiat kontrol sosial.
Dari berbagai inpormasi yang terserap oleh media central.
Dugaan paruh waktu siluman itu bukan saja merebak muncul dari kalangan dinas pendidikan.Tingkat SD dan SMP.
Namun.Kesempatan itu juga dimonopoli mbak membalikan tangan dari berbagai instansi.Terstruktur dan masip. melalui berbagai manuver pun dilakukan demi honorer siluman mencapai pengangkatan PPPK Paruh waktu.
Tindakan oknum nakal ini juga dipastikan telah merugikan pihak honorer aktip .Padahal"Mereka sudah lama mengabdi.Namun hak mereka tetap ditindas,akibat lemahnya ekonomi dan pastinya mereka tidak mempunyai keluarga dari golongan pejabat.
"Inilah paktanya bang.Mau dibilang apa lagi.Jika tidak ada keluarga kita pejabat serta tidak didukung dengan uang,jangan harap keadilan itu akan datang,hak simiskin akan terus ditindas.Permain mereka sudah kami hapal dengan jelas.Sangat wajarlah,yang tidak pernah ada pun tiba-tiba nama nya sudah ada. Nekat dan sadis mereka bang..Amimistratif untuk itu dikotak-katik segampang mereka membalikan telapak tangan.Tutur sumber minta identitasmya dirahasiakan."Lanjutnya.Satu dokumen yang mungkin tidak bisa mereka adakan. Yaitu,Bukti poto kehadiran siluman tersebut.Baik kehadiran dikantor mau pun dokumen saat mengikuti kegiatan.Dipastikan itu tidak ada bang.Pasti kacau balau oknum siluman dan oknum pejabat yang mengurus.Paparnya lagi.
Menjawab central.Beliau tidak mau menyinggung instansinya demi menjaga pimpinan nya agar jangan lagi merasa tertindas.
DIkabarkan masih dalam proses hukum agarasudah dalam penangan

