HarianCentral, net | Nias – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias melakukan kunjungan investigasi terhadap pelaksanaan program revitalisasi di SMP Negeri 3 Ma'u, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari anggaran negara, sekaligus menyerap aspirasi pihak sekolah dan masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur pendidikan.
Tim DPD LIRA Kabupaten Nias yang melakukan kunjungan terdiri dari Denius Gulo bersama Tim. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala SMP Negeri 3 Ma'u, Soniaman Harefa, S.Pd., bersama sejumlah guru.
Dalam kesempatan tersebut, Denius Gulo menyampaikan bahwa kunjungan investigasi merupakan bagian dari fungsi pemantauan dan pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan, khususnya program yang menggunakan anggaran negara.
"LIRA Nias hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengedukasi dan mendorong masyarakat ikut mengawal pembangunan. Program revitalisasi ini tentu harus kita dukung bersama agar pelaksanaannya memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik," ujar Denius.
Menurut Denius, kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan akibat adanya kebijakan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, dukungan melalui program revitalisasi yang bersumber dari pemerintah pusat dinilai menjadi bagian penting dalam membantu peningkatan infrastruktur pendidikan di daerah.
"Kita berharap bantuan revitalisasi ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta dilaksanakan dengan baik dan sesuai ketentuan," katanya.
Pagu Rp471 Juta Bersumber dari APBN
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Ma'u, Soniaman Harefa, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPD LIRA Kabupaten Nias. Ia menegaskan pihak sekolah siap memberikan informasi yang akurat dan transparan terkait pelaksanaan program revitalisasi.
Soniaman menjelaskan, program revitalisasi tersebut bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan pagu anggaran sebesar Rp471 juta untuk Tahun Anggaran 2026.
Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT), rehabilitasi tiga ruang kelas, penggantian plafon menggunakan PVC, penggantian lantai dengan keramik, pemasangan jeruji besi pada jendela dan pintu, serta pengecatan.
Menurut Soniaman, pelaksanaan pekerjaan sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat curah hujan serta adanya pembangunan jembatan di Sungai Belauna.
Namun, melalui kerja sama P2SP dan masyarakat, pekerjaan revitalisasi tersebut akhirnya dapat diselesaikan sesuai waktu yang ditargetkan.
"Selama pelaksanaan program revitalisasi tidak ada gangguan keamanan. Masyarakat sangat antusias menerima pembangunan ini," ungkap Soniaman.
Masih Butuh Tiga Ruang Kelas hingga Laboratorium
Meski program revitalisasi telah selesai, pihak sekolah menyebut masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Soniaman berharap pemerintah pusat dapat melanjutkan program revitalisasi di SMP Negeri 3 Ma'u. Sejumlah kebutuhan yang disampaikan antara lain tiga ruang kelas baru, ruang administrasi, laboratorium IPA, UKS, kantor guru, rumah dinas guru, toilet baru, serta penataan pekarangan sekolah.
"Kami berharap program revitalisasi ini dapat dilanjutkan karena masih banyak kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang perlu dibangun," harapnya.
Komite Apresiasi Keterbukaan Sekolah
Ketua Komite SMP Negeri 3 Ma'u, Aroziduho Gulo, turut mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah dalam memberikan informasi terkait pelaksanaan program revitalisasi.
Menurutnya, berdasarkan pemantauan komite, pelaksanaan pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 3 Ma'u berjalan dengan baik dan rapi.
"Kami dari komite, sekaligus mewakili orang tua murid, sangat mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi ini. Menurut kami, hasil pekerjaannya sangat baik dan rapi, serta dapat menjadi contoh bagi sekolah lain yang menerima program revitalisasi," ujar Aro.
Kunjungan DPD LIRA Kabupaten Nias tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dalam mengawal penggunaan anggaran negara, khususnya pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Nias. (E7177)

