HarianCentral,net| Bupati LIRA Kabupaten Nias, Denius Gulo, mengecam absennya sejumlah anggota DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari Senin 18 Mei 2026, yang secara khusus membahas kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska.
Menurutnya, persoalan pupuk bukan isu kecil, melainkan menyangkut langsung keberlangsungan produksi dan penghasilan petani.
Ketika pupuk langka, dampaknya bukan hanya pada hasil panen, tetapi juga pada stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.
“Ini menyangkut dapur petani. Jika RDP yang membahas kelangkaan pupuk saja tidak dianggap prioritas, lalu agenda apa lagi yang lebih penting dari nasib petani?” tegas Denius Gulo, di Kantor DPD LIRA Kabupaten Nias, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, ketidakhadiran dalam RDP tersebut menunjukkan kurangnya keseriusan dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Denius mendesak DPRD Kabupaten Nias untuk lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap distribusi pupuk NPK Phonska, termasuk memanggil pihak-pihak terkait agar persoalan kelangkaan tidak terus berulang setiap musim tanam.
“Petani tidak butuh wacana. Mereka butuh pupuk yang tersedia tepat waktu dan tepat sasaran,” pungkasnya.
(E7177)

