|

Diskominfo Tulang Bawang dan Tenaga Ahli Bupati Bahas Roadmap Pemerintahan Digital Berkelanjutan

 


( Hariancentral net)


TULANG BAWANG — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulang Bawang bersama Tenaga Ahli Bupati yang juga merupakan Anggota Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Tulang Bawang, Dr. Hantoni Hasan, menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan arah transformasi digital Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan berlangsung di Pusat Komunitas Kreatif (Puskom) Dinas Kominfo, Rabu (19/8/2026).


FGD tersebut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tulang Bawang Nanan Wisnaga, S.Sos., M.M., Sekretaris Dinas Kominfo Andi Wantoni, S.H., M.H., serta jajaran internal Diskominfo Kabupaten Tulang Bawang.


Forum menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan pengembangan teknologi digital dengan kebutuhan organisasi serta arah pembangunan pemerintahan digital di Kabupaten Tulang Bawang. Pembahasan juga mencakup disertasi Program Doktoral Dr. Hantoni Hasan yang mengangkat “Roadmap Penggunaan Digital yang Berkelanjutan Pemkab Tulang Bawang 2026–2030.”


Dalam kajian tersebut, transformasi digital di Kabupaten Tulang Bawang diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi dan aplikasi, tetapi juga pada peningkatan kesiapan aparatur, pemanfaatan teknologi dalam pekerjaan, serta pembentukan kebiasaan dan budaya kerja digital yang berkelanjutan. Roadmap ini menjadi salah satu bahan diskusi untuk melihat bagaimana digitalisasi dapat terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik.  


Dalam kesempatan yang sama, Diskominfo Kabupaten Tulang Bawang memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mewujudkan pemerintahan digital melalui pengembangan aplikasi, website, integrasi data, serta infrastruktur teknologi informasi.


Paparan bertajuk “Membangun Digitalisasi Daerah: Aplikasi & Website Karya Diskominfo” menunjukkan bahwa implementasi SPBE di Kabupaten Tulang Bawang terus diarahkan menuju tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan terintegrasi. Materi tersebut juga memperlihatkan perkembangan nilai Indeks SPBE dari 1,52 hingga 3,38.


Sejumlah layanan digital yang dikembangkan dan dikelola untuk mendukung kebutuhan pemerintahan dan masyarakat antara lain SIAPTUBA, Portal Data, Geo Spasial, Monitoring Pimpinan, website utama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, portal OPD dan Puskesmas, PPID, hingga berbagai sistem pendukung seperti Help Desk, Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS), dan portal SPBE.


Pengembangan tersebut juga diarahkan pada integrasi dan standardisasi data pemerintah melalui Portal Data serta dukungan terhadap implementasi Satu Data Indonesia, sehingga data dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertukaran informasi lintas instansi dan pengambilan kebijakan yang lebih akurat dan berbasis data.


Di sisi infrastruktur, Diskominfo juga memaparkan pengembangan jaringan intra pemerintahan yang terintegrasi, sistem monitoring dan keamanan infrastruktur server, serta pemanfaatan layanan keamanan jaringan untuk menjaga layanan digital tetap aman dan stabil.


FGD tersebut menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari banyaknya aplikasi atau platform yang tersedia. Faktor sumber daya manusia, kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, tata kelola, keamanan, serta konsistensi organisasi menjadi bagian penting agar teknologi benar-benar digunakan dan memberikan dampak terhadap kinerja pemerintahan.


Karena itu, penguatan SPBE di Kabupaten Tulang Bawang ke depan perlu ditempatkan sebagai proses berkelanjutan. Pengembangan sistem digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas ASN, integrasi antarsistem, penguatan keamanan informasi, evaluasi berkala, serta dukungan kebijakan dan tata kelola pemerintah daerah.


Melalui sinergi antara Diskominfo, perangkat daerah, dan Tim Percepatan Pembangunan, transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada hadirnya aplikasi dan website, tetapi mampu membentuk cara kerja pemerintahan yang lebih efektif, efisien, terintegrasi, aman, dan berorientasi pada pelayanan.


Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang mengubah cara kerja dan budaya birokrasi.(ADV)

Komentar

Berita Terkini