|

Oknum guru SDN Muara Lawe Bulan Agara Dituding Pembohong besar"Minjam uang Tapi ntak mau bayar

 


hariancentral-kutacane.

Sungguh malang.Nasip sumawati.Ibu dari tiga anak.Warga Desa Batumbulan Asli.Kecamatan Babussalam.Kabupaten Aceh Tenggara(agara),harus mengalami penderitaan yang sangat mendalam.


Ibu sumawati,yang berprofesi sebagai guru,bukan saja menghidupi keluarganya,namun,Dia juga kini terpaksa mengurus sang suami yang sudah mengalami gejala struk selama 3 bulan.


Derita yang dialami sumawati bukanlah tampa sebab.Air susu yang dia berikan malah dibalas dengan air tuba,sehingga menambah luka dan bencana dalam kehidupan mereka.Akibat

 tindakan yang tidak bermoral dari rekan kerjanya.


Kisah pilu yang dialami ibu sumawati itupun dengan cucuran air mata menceritakan langsung pada biro media central.


Kamis.18/6/2026.Ibu sumawati bersama anak beliau.Langsung mengunjungi rumah kediaman wartawan central.


Dengan nada yang tersenggak dan air mata yang bercucuran,ibu tiga anak itu dengan lugas menyampaikankisah pilu yang dia alami.


"Tolong saya nak,ibu tidak tau lagi kemana harus mengadu.Saya sudah dikejar-kejar yang punya uang,tapi yang menerima uang malah tampak buang badan,bahkan terkesan tidak mau membayar uang tersebut.Akibat masalah ini,Ayah anak-anak sudah mengalami struk selama tiga bulan,tidak sanggup berpikir.Begitu tega dan kejam dia,saya bantu dia bahkan dua BPKB kereta adek-adek mu rela saya jadikan jaminan demi mendapatkan uang untuk dia(Ibu  Juni Yanti) saat itu banar-membutuhkan bantuan.Namun air susu yang kuberikan sekarang dibalas dengan air tuba.Tutur ibu sumawati menceritakan.


Menjawab wartawan central.Ibu sumawati kembali menceritakan kronologi yang dia alami.


Dikatakan"Sekitar tujuh bulan yang lalu.Juniyanti.Yang berprofesi sebagai guru di SD Negeri Muara Lawe Bulan.Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara.Berkali-kali mendatangi saya.Minta tolong agar saya mencari pinjaman untuk dia.Mengingat kami satu profesi bahkan bertempat tugas yang sama,hati ini pun bergerak untuk menolong dia.Apa lagi uang tersebut juni katakan hanya dipinjam selama satu bulan.


"Mendengar bujuk rayunyanya.Saya pun mencoba menghubungi salah satu keluarga saya yang bernama.Putri  Sopiana.


Karna sopiana percaya pada saya.Alhamdullah,kabar gembirapun kami dapat,dengan catatat.Dia akan membantu,tapi saya yang bertanggung jawab.Tutur Ibu sumawati menceritakan.


Selain itu.Lanjut dia .Putri Sopiana pun mengatakan.Mengingat uang itu tidak sedikit,dia meminta boroh/jaminan yang bisa menjadi pegangan,sebagai bukti ada transaksi pinjaman.

Lagi-lagi ibu  juni yanti meminta saya untuk mengakali permintaan Putri Sopiana pemilik MAS Lima Mayam itu.

Alhasil.Saya pun kembali membujuk Sopiana agar menerima BPKB dua kereta anak saya,sehingga  Mas Lima Mayam yang diambil berbentuk uang, langsung dari toko Mas diserahkan pada saudara  juni yanti.


Penyerahan uang itupun disaksikan dan ditanda tangani oleh dua saksi.Termasuk saya sendiri yang juga sebagai saksi.


Anehnya"Seiring waktu berjalan.Sampai saat ini uang tidak dikembalikan.Bahkan parahnya.Setiap ditagih,ibu juniyanti malah tampak brang dan mengarahkan kami untuk membuat laporan pada pihak kepolisian.

 Persoalan inipun sudah kami sampaikan pada kepala desa juniyanti.Namun sayangnya.Kepala desa belum dapat mengambil sikap yang bijaksna.Pungkas Ibu  Sumawati  pada media central.

Menyikapi laporan ibu sumawati.Biro Media central sudah menyampaikan peesoalan ini langsung kepada kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan agar dapat menjebati persolan yang dialami guru tampa jasa ini.Sebelum kasus  dibawak keranah hukum yang dapat memicu buruknya dunia pendidikan dengan kwalitas guru yang tampak tidak bermoral.Tidak berkridibilitas sarat dengan aksi tipu menipu sehingga berdampak pada kehidupan orang lain.


Hingga berita ini dilansir kemeja redaksi.Kepala dinas Disdikbud agara belum membalas Pesan Media central.Sementara saudara Juniyanti sampai saat ini belum berhasil dikomfirmasi oleh media central/Dar

Komentar

Berita Terkini