HarianCentral,net| Nias – Anggota DPRD Kabupaten Nias Daerah Pemilihan (Dapil) II, Agusniaman Lafau, mendesak dilakukannya penanganan darurat sekaligus pemasangan bronjong atau tembok penahan di Jalan Nasional Km 47,7 Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato, Rabu (6/5/2026).
Agusniaman Lafau yang juga dikenal sebagai Tokoh Pemuda Bawolato meminta perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian PUPR RI, Gubernur Sumatera Utara, Anggota DPR RI, serta DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Kepulauan Nias, termasuk UPTD SDA Cabang Kepulauan Nias, terkait kondisi longsor Sungai Mola yang telah menyebabkan beberapa rumah warga ambruk.
Ia menjelaskan, badan Jalan Nasional dari arah Gunungsitoli menuju Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, saat ini mengalami retakan di bagian tengah badan jalan akibat pergeseran tanah yang labil.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan karena ruas jalan ini merupakan akses vital penghubung antar kabupaten/kota di wilayah Kepulauan Nias.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan berpotensi memutus jalur transportasi utama.
“Badan jalan nasional dari arah Gunungsitoli menuju Teluk Dalam sudah retak di tengah badan jalan. Ini merupakan salah satu akses penghubung beberapa kabupaten/kota. Harapan kita agar secepatnya dilakukan penanganan,” ujar Agusniaman Lafau.
Sementara itu, Marseli Zebua, tokoh masyarakat Desa Sindrondro sekaligus Ketua BPD, turut menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi Sungai Mola dan labilnya pergeseran tanah yang memicu retak serta longsor pada badan Jalan Nasional.
Menurutnya, apabila tidak segera dilakukan penanganan darurat, situasi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan masyarakat serta pengguna jalan.
“Kami memohon agar segera dilakukan penanganan darurat demi keselamatan masyarakat dan pengguna jalan,” tegas Marseli Zebua.
(E7177)

