HarianCentral, net| — Bupati Nias, Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., resmi membuka Pelatihan UMKM sekaligus menyerahkan secara simbolis peralatan dan mesin pengolahan kepada pelaku usaha dan kelompok tani penerima manfaat Program Kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Sumut Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nias, Kamis (10/9/2026).
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penerima manfaat dalam mengolah pisang kepok Nias atau yang dikenal dengan sebutan “Gae Siata” menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Selama ini, komoditas pisang kepok Nias masih banyak dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Melalui dukungan teknologi pengolahan, pisang tersebut didorong menjadi produk seperti tepung pisang dan keripik pisang yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Dalam program CSR PT Bank Sumut, bantuan sarana dan prasarana peningkatan kapasitas produksi diberikan kepada lima UMKM.
Bantuan berupa mesin vacuum frying, mesin perajang pisang, mesin continuous band sealer dan plastik kemasan tersebut diterima Usaha Indah Sari di Desa Lasara Idanoi, Kecamatan Gido, dikelola Ida Roida; Usaha Mbak Sri di Desa We’a-We’a, Kecamatan Sogaeadu, dikelola Sri Wahyuni; UD. Aden di Desa Bozihona, Kecamatan Idanogawo, dikelola Yufrida Zega; UD. Ziakhi di Desa Hilialawa, Kecamatan Bawolato, dikelola Tetty Bawamenewi; serta UMKM Family Gel di Desa Onowaembo Hiligara, Kecamatan Hiliduho, dikelola Dewi Warni Laoli.
Sementara melalui Program Kemitraan, PT Bank Sumut memberikan bantuan peralatan, mesin dan pelatihan pengolahan tepung pisang kepok Nias kepada Kelompok Tani Hasaradodo, Desa Hilibadalu, Kecamatan Sogaeadu.
Bantuan tersebut meliputi mesin perajang pisang, dua unit oven pengering, disk mill listrik, mesin ayakan tepung stainless, mesin pengemas otomatis dan plastik kemasan.
Bupati Nias mengapresiasi dukungan PT Bank Sumut dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Menurut Yaatulo, bantuan mesin dan peralatan bukan sekadar pemberian, melainkan kesempatan dan kepercayaan yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh penerima manfaat.
“Bantuan ini harus dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, pendapatan masyarakat serta kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Yaatulo.
Ia menilai pengembangan UMKM di Kabupaten Nias masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses dan penerapan teknologi, diversifikasi produk, strategi pemasaran hingga akses permodalan.
Karena itu, sinergi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar potensi komoditas lokal tidak berhenti sebagai bahan mentah.
“Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sangat diperlukan. Melalui pelatihan peningkatan keterampilan serta bantuan mesin dan peralatan dari Program CSR dan Kemitraan PT Bank Sumut ini, kita harapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM,” katanya.
Bupati juga mengingatkan penerima manfaat agar tidak hanya fokus menghasilkan produk, tetapi harus mampu menjaga kualitas dan membangun pasar.
Pelaku UMKM diminta memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan, keamanan pangan, cita rasa dan kemasan agar produk lokal mampu bersaing.
Selain itu, mesin yang telah diberikan harus dirawat dan digunakan secara berkelanjutan dengan jadwal produksi yang jelas.
“Bantuan ini merupakan stimulan. Keberhasilan pengembangan usaha sangat bergantung pada kemauan, komitmen dan kesungguhan para pelaku UMKM,” tegasnya.
Yaatulo juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial, marketplace, WhatsApp dan berbagai platform digital sebagai sarana memperluas pemasaran.
Produk juga perlu memiliki merek yang mudah dikenal, kemasan menarik dan informatif, serta memenuhi aspek perizinan dan pelabelan sesuai ketentuan.
“Dengan demikian, produk tepung pisang dan keripik pisang yang kita hasilkan tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Bupati selanjutnya meminta perangkat daerah terkait memberikan pendampingan secara berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kualitas produk, pengembangan kemasan, pemasaran, akses pembiayaan, pengembangan usaha, pembukaan jaringan pasar dan pemenuhan aspek perizinan.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis Dana Program CSR PT Bank Sumut kepada Pemerintah Kabupaten Nias, dilanjutkan penyerahan peralatan dan mesin pengolahan kepada para penerima manfaat.
Turut hadir Wakil Bupati Nias, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Nias, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan Cabang PT Bank Sumut Cabang Gunungsitoli, Pimpinan Rumah BUMN Gunungsitoli, pelaku usaha serta kelompok penerima manfaat. (Niaskab.go.id/E7177)
