|

Soal dugaan Proyek P3-TGAI diagara, Andi disinyalir blokir nomor WahtSApP media central



hariancentral-kutacane.Gencarnya  Pemberitaan.Atas dugaan Yang terjadi Pada Proses Pelaksanaan Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara(agara).Dua Nomor kontak WahtSApP wartawan central disinyalir sengaja diblok oleh saudara Andi yang disebut-sebut terlibat kuat dalam berbagai dugaan yang terjadi pada Pelaksanaan Proyek tersebut.






Pemblokiran nomor wahtSApP media central.Diduga kuat.Menghindari upanya tindak lanjut komfirmasi yang belum terjawab dengan baik oleh saudara Andi.


Seperti"Nama Kelompok yang diakui sebagai pemiliknya.


Selanjutnya"Dasar apa andi menguasai stempel dan buku rekening hingga keuangan proyek.

Selanjutnya.Nama-nama kelompok yang dilibatkan dalam aktivitas pekerjaan Proyek siapa saja.

Nama ipar yang disebut mengerjakan proyek P3-TGAI lokasi desa Batumbulan dua serta jabatan iparnya dalam struktur kelompok.Dan pastinya volume setiap fisik yang dikerjakan.Sesuai dalam Juknis.Kedalaman pondasi.Tinggi.Lantai dan lebar hingga panjang volume kegiatan.Dari flafon Anggaran.Rp.195 juta sumber Dana APBN.Tahun 2026 tersebut.


Selain terjadi berbagai monopoli.Indikasi berbagai penyimpangan Sfek pada pekerjaan dipastikan kuat terjadi,sehingga menimbulkan kwalitas yang buruk pada pekerjaan proyek.Bahkan parahnya"Sebelum serahterimapun.Proyek P3-TGAI itu sudah menjamur terjadi kerusakan pada beberapa lokasi kegiatan.Pecah,retak ambruk.Yang diduga akibat lemahnya adukan material yang digunakan.


Berbagai kalangan elemen masyarakat diagara.Mendesak Aparat Penegak Hukum(APH),agar secepatnya melakukan proses hukum secara menyeluruh.Permintaan lidik itu bukan saja pada proses penyimpangan sfek bangunan,namun sampai pada proses penarikan dana dari pihak BANK dan memastikan aliran dana proyek itu pada siapa saja.


Seperti"Kelompok P3A Gala  Datar.P3A Kute Tengah Jaya.Dan P3A Gala Suka.Dan masih banyak nama kelompok yang disebut-sebut  dalam penguasaan saudara andi yang belum diklarifikasi langsung dari saudara"Andi".Seperti" Proyek P3-TGAI yang terletak pada desa Batumbulan dua dan  sekitarnya.Hingga pekerjaan yang terletak dikumbamg indah.Kecamatan badar(SKB).


Menariknya"Proyek P3-TGAI yang terletak dikumbang indah.Andi menyebutkan.Hanya terlibat dalam sebatas nama kelompok dia yang dipakai.Namun pekerjaan proyek itu merupakan milik Bapak Burhan Yang diketahui juga merupakan keluarga dekat saudara andi.


Peryataan andi juga layak menjadi pertayaan serius oleh Aparat Penegak Hukum.Pasalnya"Saudara burhan membantah bahwa proyek itu bukan dalam kekuasaan nya melainkan Kelompok.Burhan hanya mengaku sebatas membantu untuk memperjuangkan program.



"Warga Agara angkat bicara"


Bobroknya Kwalitas pekerjaan.Serta saratnya berbagai isu penyimpangan.Seperti jual beli paket proyek.Dianggap menjadi Pemicu utama bobrok struktur bangunan.


"Ya.Kita prihatin.Tingginya pembayaran fee melalui kepercayaan oknum anggota DPR-RI itu.Membuat kwalitas Proyek setiap tahunnya buruk.Bahkan banyak yang tidak jadi manpaat.Lihat saja pekerjaan pada tahun sebelumnya.Roboh ambruk,bahkan penempatan lokasi proyek bukan lagi pada tempatnya.Murni mencari lokasi agar mendapatkan balik modal dan keuntungan besar.Tandas Sumber kembali.Sabtu.29/8/2026.


"Struktur bangunan Pondasi juga layak menjadi pertayaan institusi penegak hukum.

"Apakah itu yang disebut pondasi dan lantai?Tayak sumber yang merasa heran pada proses pekerjaan yang dilakukan.

Selain itu.Buruknya adukan material yang digunakan menjadi pemicu utama struktur bangunan itu tidak akan bisa dimanpaatkan dengan jangka panjang,bahkan sebelum selesaipun,dipastikan bakal banyak yang roboh.Tutur sumber yakin.


Aparat Penegak Hukum sudah terlalu lama tutup mata Sehingga oknum sesuka hati melaksanakan Proyek tampa menjaga kwalitas.Pasalnya"Mereka merasa terus dilindungi bahkan pasti dibela kendati kesalahan itu sudah menjamur didepan mata.

Tandasnya.


Lemahnya Supremasi Hukum dalam tindak pidana korupsi,dapat juga menjadi perhatian serius oleh Bapak Kapolri dan Kapolda.Jangan jadikan agara ini menjadi ladang para koruptur.Dan jangan jadikan oknum penegak hukum menjadi pelindung bagi mereka yang suka main mata.Hukum harus berani tajam keatas dan tajam juga kebawah.Bhkan sebaliknya.Hanya tajam kebawah tapi tumpul ke atas.Pungkas sumber mengakhiri.Sabtu.29/8/2026/Dar

Komentar

Berita Terkini