hariancentral-kutacane
Berbagai dugaan.Pada proses kegiatan proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P-3TGAI) diwilayah Kabupaten Aceh Tenggara(agara) terus mencuat.
Selain dugaan itu disinyalir menjamur terjadi pada proses pekerjaan yang tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis(Kwalitas buruk).Hingga dugaan Jual beli Proyek(Pungli )dan Mark-up.Skandal Monopoli administras dan keuangan proyek pun kini terungkap.
Andi.Yang disebut-sebut terlibat dalam sejumlah Proyek P3-TGAI diagara. Kini menjadi perbincangan hangat dibanyak kalangan masyarakat.Dia" disebut-sebut salah satu oknum perpanjangan tangan dari salah satu partai pemilik Pokir Anggota Dewan PerwakilanRakyat-Republik Indonesia(DPR-RI) Tahun 2026.
Andi.Disebut-sebut bukan saja menjalankan Proyek yang seharusnya menjadi penguasaan penuh oleh kelompok.Namun kronisnya.Andi juga menguasai administrasi hingga keuangan proyek yang telah dianggarkan dari Dana APBN tersebut. Dengan katalain.Kelompok dijadikan penonton alias alat pelengkap aministrasi yang bertujuan dapat memperkaya diri dan golongan diatas penderitaan masyarakat awam.
Inpormasi yang terserap dari berbagai sumber yang layak dipercaya.Terungkap"
Andi menguasai sejumlah Proyek diberbagai desa dan kecamatan.Seperti"Kecamatan badar.Kecamatan Darulhasanah.Kecamatan Lawe Alas termasuk dikecamatan lain,nama andipun kian terungkap.
Penguasaan Proyek yang melanggar hukum itu disinyalir kuat dialami oleh Kelompok. P3A Gala Datar.P3A Kute Tengah Jaya dan P3A Gala Suka.
Skandal Proyek itu semakin kuat.Setelah ketua kelompok memberikan pengakuan pada awak media.
menyebutkan.Anggaran Proyek P3-TGAI yang seharusnya menjadi penguasaan mereka(Kelompok) sebesar.Rp.195 juta.Dari total anggaran tersebut,dana yang telah ditarik melalui dua tahap,mencapai Rp.110 juta.
Dari total anggaran yang telah ditarik.Ketua kelompok juga menguraikan secara detiel. Kelompok hanya memegang dana Proyek itu sebesar.Rp.10 juta.Sementara sisa dana yang telah masuk kerekening kelompok dikuasai oleh saudara"Andi"
Pakta yang lebih mengejutkan.
Andi bukan saja disebut-sebut menguasai anggaran Proyek.
"Namun. saudara andi juga disebut-sebut juga menguasai hingga buku rekening dan Stempel resmi kelompok.
Pakta lain juga ditemukan.Proyek yang masih dalam tahap pekerjaan itu.Tampa disertai Papan inpormasi yang jelas. Melanggar tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
"Menyangkut berbagai dugaan itu.Biro media central sudah melayangkan Pesan Konfirmasi langsung kepada saudara Andi.Minggu.23/8/2026.Ironisnya.Hingga berita ini dilansir kemeja redaksi.Andi yang disebut-sebut terlibat dengan berbagai skandal proyek P3-TGAI tersebut.Memilih diam alias fakum kendati pesan komfirmasi telah terbaca.
"Adapun poin Komfirmasi yang dilayangkan oleh central.Diantaranya"
1)Apa benar Tiga Kelompok yang ada dalam berita tersebut saudara andi yang menjalankannya.Dengan cara memakai nama kelompok mereka.
2).Dalam satu Kelompok.Ada berapa orang yang tercantum dalam susunan struktur.Atas nama siapa saja.Jabatannya apa.Desa mana.
3)110 juta.Dua kali penarikan.Siapa yang mengambil dana kegiatan tersebut dari pihak BANK/Yang bertanda tangan.
4)Pekerjaan yang dilaksanakan.Ada berapa orang,dari kelompok/Nama yang tercantum dalam struktur tersebut yang secara langsung dilibatkan dalam pekerjaan/Sebagai pekerja.
5)Berapa panjang volume kegiatan.
6)Berapa volume pondasi.Lebar.Tinggi.Termasuk ukuran lantai.
"Dari poin yang dilayangkan.Satupun belum terjawab oleh saudara Andi.Alias Fakum.
Sebagai catatan.Struktur bangunan harus dicermati dengan baik.Merujuk pada Juknis.Apa yang telah tercantum dalam anggaran harus dipakai dan dipasang.Seperti.Pembelian untuk bahan Mael bangunan proyek.Upah pengerukan pondasi. Selain itu.Pihak pelaksana juga harus memakhi struktur bangunan sesuai gambar.
Apakah yang disebut bangunan pondasi hingga sistim pemasangan pondasi dengan strukrur bangunan yang lain.Apakah memang benar seperti yang dilakukan saat ini atau sebaliknya.Alias salah besar/Dar

