HarianCentral,net| Gunungsitoli – RSUD dr. M. Thomsen Nias menggelar kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani bagi seluruh pegawai, yang dilaksanakan di ruang Training Center RSUD dr. M. Thomsen Nias, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSUD dr. M. Thomsen Nias, pejabat struktural, para kepala instalasi/unit/ruangan, serta koordinator pelayanan dan administrasi.
Hadir sebagai narasumber, Senikariawati Laiya, M.A., M.Psi., Psikolog, seorang ahli psikologi dan konselor berpengalaman. Dalam kegiatan tersebut, ia membawakan materi bertema “Komunitas yang Saling Membangun.”
Direktur RSUD dr. M. Thomsen Nias, dr. Noferlina Zebua, M.K.M., dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada narasumber yang untuk pertama kalinya hadir memberikan pembinaan di RSUD tersebut.
Mengacu pada tema yang diangkat, Direktur menegaskan bahwa rumah sakit bukan hanya tempat untuk mempelajari keterampilan teknis semata.
“Jangan kita berpikir bahwa di rumah sakit kita hanya mendapat materi tentang cara menyuntik, cara pasang infus dan sebagainya. Tentu tidak, karena kita bekerja dalam tim,” tegasnya.
Ia mencontohkan, dalam penanganan pasien cedera kepala berat, tidak pernah dilakukan oleh satu orang saja, melainkan minimal dua orang atau lebih sebagai bentuk kerja sama tim.
“Di rumah sakit ini kita bukan sekadar rekan kerja, tetapi keluarga. Mari saling menguatkan, saling mendukung, dan saling membangun demi pelayanan pasien yang lebih baik. Kekuatan tim dari sebuah rumah sakit sangat menentukan keberhasilan pelayanan,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Senikariawati Laiya menekankan sejumlah poin penting yang mendukung visi dan misi rumah sakit, antara lain:
Sense of Belonging
Perasaan diterima, dihargai, dan diakui sebagai bagian penting dari organisasi, di mana setiap individu memahami bahwa peran dan kontribusinya memiliki makna bagi keberlangsungan bersama.
Sense of Diversity
Kesadaran dan sikap menghargai perbedaan latar belakang, peran, budaya, maupun cara berpikir sebagai kekuatan yang memperkaya dan meningkatkan kualitas kerja bersama.
Sense of Need & Caring
Kesadaran bahwa setiap individu saling membutuhkan sekaligus memiliki kepedulian untuk saling memperhatikan dan mendukung secara tulus.
Sense of Honor
Kesadaran untuk menghargai diri sendiri dan orang lain dengan menjunjung tinggi martabat, etika, serta kontribusi setiap individu dalam komunitas.
Sense of Solidarity
Rasa kebersamaan dan sepenanggungan, di mana setiap individu merasa terhubung dan tidak membiarkan rekan menghadapi kesulitan sendirian.
Kegiatan pembinaan berlangsung dengan baik dan khidmat, dilanjutkan dengan sesi refleksi diri dan tanya jawab interaktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta komunitas kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga saling memberdayakan.
Rumah sakit bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ekosistem yang saling menguatkan demi mencapai tujuan bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan.
(RSUD.Niaskab.go.id/E7177)


