|

Pemkab Humbahas ikuti Rakor Teknis bersama Kemenko Pangan, bahas Rencana HLM Penguatan Investasi dan Kemitraan strategis dengan Belanda



Doloksanggul, Central


Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengikuti Rakor (Rapat Koordinasi) yang diselenggarakan Kemenko (Kementerian Koordinator) Bidang Pangan RI melalui zoom meeting dengan agenda usulan Delegasi dan Deliverables pada rencana HLM (High Level Meeting) Bidang Pangan dan Pertanian ke Belanda, Jumat 13 Maret 2026.


Rakor teknis itu dipimpin Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Bidang Pangan Sugeng Harmono bersama Kementerian Luar Negeri, Bappenas, Kementerian Pertanian termasuk BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dari Pemerintah Kabupaten Humbahas diikuti  Sekda Chiristison Rudianto Marbun, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Martogi Purba, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, Kepala Dinas PUPR Reinward Marpaung dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tukka Siahaan.


Rapat itu merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU kerja sama di bidang pertanian berkelanjutan, hortikultura, teknologi greenhouse, serta peningkatan kapasitas generasi muda petani antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Belanda pada 17 Juni 2025 lalu. Rencana HLM ini sebagai penguatan investasi dan kemitraan strategis dengan Belanda


Dengan tujuan untuk mempersiapkan rencana HLM Bidang Pangan dan Pertanian ke Belanda, yang direncanakan pada Juni 2026 mendatang. Dengan agenda mengidentifikasi prioritas kerja sama Republik Indonesia (RI)–Belanda di Bidang Pangan dan Pertanian. 


Target prioritas kerja sama RI–Belanda antara lain terkait dengan  penyusunan peta jalan pengembangan benih di Indonesia. Pengembangan benih cabai dan tomat di greenhouse. Pengembangan benih kentang sesuai kebutuhan industri dan pasar. Integrasi peta dan digitalisasi data pertanian untuk Food Estate Sumatera Utara dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Tailor Made Training (TMT) untuk penyusunan master plan Food Estate Sumatera Utara serta pelatihan petani milenial. Kemudian kerja sama dalam pengembangan kapasitas kelembagaan petani melalui identifikasi permasalahan dan kebutuhan serta pengembangan percontohan sapi perah.


Dalam rangka persiapan HLM ke Belanda, ada beberapa tahapan yang dipersiapkan antara lain, identifikasi stakeholder serta persiapan pembentukan steering committee dan joint working group lintas kementerian/lembaga. Pelaksanaan TMT berupa pendampingan penyusunan master plan Food Estate Sumatera Utara serta inisiasi skema beasiswa/pelatihan internasional. Rapat koordinasi penyiapan high level visit, meliputi penyusunan materi dan deliverables yang akan dibawa ke Belanda serta penyiapan delegasi pemerintah RI. Finalisasi deliverables pemerintah RI serta rapat koordinasi dengan pemerintah Belanda.( Chas )

Komentar

Berita Terkini