|

Hiasan Adat Berbobot Emas Murni Menunjukkan Nilai Kekayaan Budaya Batak Toba

 



Balige, Kab. Toba (14/3/2026) – Hiasan Adat Berbobot Emas Murni Menunjukkan Nilai Kekayaan Budaya Batak Toba,Dalam rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba, acara penghargaan khusus diberikan kepada mantan Bupati Toba Samosir periode 2010-2015, Pandapotan Kasmin Simanjuntak beserta istri, penghargaan berupa "Bulang-Bulang" sebagai anugerah adat tertinggi tetap diserahkan melalui perwakilan.

 

Sebelum memulai sesi penghargaan, penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu beserta istri, Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus beserta istri, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Kabupaten Toba yang hadir dalam momen berbahagia ini.

 

"Penghargaan ini merupakan permintaan dari Ketua Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kabupaten Toba. Meskipun beliau tidak dapat menghadiri, kami tetap sampaikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas jasa beliau yang telah membesarkan Kabupaten Toba," ujar perwakilan Forkala yang membawakan acara.

 

MAKNA DALAM HIASAN ADAT "BULANG-BULANG"

 

Pada kesempatan tersebut, juga dijelaskan secara rinci makna setiap ornamen yang diberikan dalam rangkaian penghargaan "Bulang-Bulang" – penghargaan tertinggi dalam tatanan adat budaya Batak Toba yang biasanya diberikan oleh raja atau tokoh adat kepada seseorang yang dianggap berjasa dan sangat dihormati:

 

Untuk Bapak Kasmin Simanjuntak:

 

- Tuntungan – topi kerajaan Batak terbuat dari ulos khas raja, melambangkan tempat kekuasaan

- Keikat Kepala – dibuat berlapis emas murni sebagai simbol kehormatan

- Hohop Pinucaan – ulos Batak yang dililitkan di pinggang

- Ulos Bakar – pakaian kehormatan seorang raja Batak

 

Untuk Ibu Istri Bapak Kasmin Simanjuntak:

 

- Ulos Batak – sebagai simbol istri seorang raja

- Rajat Tali – berlapis emas murni

- Hoh Pusar – ulos Batak yang dililitkan di pinggang

- Tas ulos /selempang atau pangkoan– aksesori tradisional khas,Tas ini melambangkan kewibawaan, status sosial, dan peran istri raja dalam menyambut tamu atau mengikuti upacara adat.

 

Selain itu, beberapa simbol penting lainnya juga disampaikan:

 

- Sorfali – tali tradisional berornamen emas yang dipasangkan di kepala, melambangkan kemakmuran, kebaikan, dan kebahagiaan keluarga

- Sorfali juga diartikan sebagai senjata tradisional dari besi tempa, melambangkan keberanian dan semangat melindungi keluarga beserta nilai kehormatan dan wibawa

- Balehap Raja – tongkat adat dari kayu pilihan yang dihiasi cincin emas atau perak, menunjukkan nilai kepemimpinan, kewibawaan, otoritas, dan perlindungan

 

Sebagai informasi tambahan, pemerintah Kabupaten Toba sebelumnya juga telah memberikan penghargaan "Bulang-Bulang" yang sama kepada Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, pada acara Karnaval Kemerdekaan.

 

Setelah penyerahan dan penjelasan makna penghargaan, sesi foto bersama dilakukan dengan mengatur posisi agar dapat menangkap momen penting ini dengan baik. Setelah itu, acara dilanjutkan ke sesi berikutnya dengan doa dan harapan agar Kabupaten Toba semakin maju dan sejahtera, dengan semboyan "Sahala ke sepenuhnya" sebagai harapan akan kesatuan dan kemajuan bersama.

 

(Agus juntak  melaporkan– Toba, Sumut)

Komentar

Berita Terkini