hariancentral-kutacane.
Berbagai volemik yang.sempat melanda di Rumah Sakit Umum(RSU) Sahudin Kutacane.Kabupaten Aceh Tenggara(agara).Diantaranya"Menjamurnya dugaan korupsi.Kolusi dan Nevotisme(KKN) hingga dugaan Proyek fiktip.Kelangkaan Obat.Sampai keharmonisan pun kian melabrak.Antar bawahan dan Pimpinan.Antar pasien dan para Medis (ASN).
Kini"Dibawah Pimpinan Derektur RSU dan Sekjen.Dikabarkan"Dua generasi tokoh muda ini kian menunjukan pelita menuju perbaikan.
Dari pelayanan hingga kelangkaan obat sampai ruang untuk keterbukaan inpormasi publik pada setiap elemen pun terbuka.
"Tidak ada kelangkaan obat"
Hermansyah,S,Pd,I kepada media menegaskan.Isu stok obat habis merupakan alarn keras.Sebelumnya itu fakta.Namun sekarang pasti berbeda.
"Kami juga tidak akan sembunyi,justru kami membuka ruang pengawasan seluas-luasnya.Tutur sekjen RSUD Sahudin kutacane.
Kami ingin.Lanjut Herman.tidak hanya mengkritisi dari luar,tetapi kami ingin setiap pihak dapat turun langsung untuk melakukan pengawasan seluruh proses layanan,dari tingkat farmasi,BHP hingga sistim pelayanan pasien.
"Awasi kami .Bukan hanya stok obat,tapi semua layanan.
Kami ingin perbaikan ini diawasai publik bukan sekedar diklaim.Harapnya.Kamis.22 januari 2026/Dar

