|

Gawat. Oknum Jajaran dinkes agara Disinyalir Sarang Korupsi, Miliaran uang rakyat terkuras

 


hariancentral-kutacane. 


Jajaran ruang lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara(agara). Dituding Sarang Korupsi.


Pasalnya" Dugaan

Virus Korupsi itu disebut-sebut bukan saja terjadi pada dinas kesehatan kabupaten yang melibatkan nama oknum kadinkes setempat.Parahnya"Korupsi itu,kini  semakin merambah pada pihak Puskesmas.

  Meningkatnya indek dugaan Korupsi.Kolusi dan Nevotisme(KKN) itu,disebut-sebut adanya keterlibatan kadinkes agara dan oknum pejabat kuat.Terstruktur dan Masif sehingga pihak puskesmas dengan leluasa  melakukan tindakan diluar batas alias sesuka hati dalam merealisasikan kegiatan tampa merujuk pada jurlak. Contoh Prinsifilnya.Pungli terjadi,jadwal kegiatan di Mark'up.Dana insentif para nakes dipangkas,bahkan diduga kuat,ada kegiatan hanya terlaksana diatas kertas.


Dugaan itu terjadi melalui  dana Bantuan Oprasional Kesehatan(BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional(JKN).


Dana yang dialokasikan itu bukan lagi terlihat demi kepenpentingan masyarakat,melainkan untuk kesejahteraan oknum pejabat.


  Beberapa nama puskesmas kini terus mencuat akibat bobroknya realisasi kegiatan serta tingginya indek dugaan korupsi yang dilakukan para oknum kepala Puskesmas.


Adapun nama oknum kepala  Puskesmas yang kini  terus dibahas.Diantaranya"Oknum Kepala Puskesmas Lawe Sigala-gala.Masa anggaran yang dikelola.Tahun 2022 hingga 2025.

 Inpormasi yang terserap biro central mengatakan.Dugaan Korupsi melalui dana BOK dan JKN itu  sangat pantastik.Mencapai angka miliaran rupiah dari berbagai bentuk dana kegiatan.

   Kendati dugaan itu sudah lama terhembus.Tidak bisa dipungkiri,kuatnya perlindungan pada oknum Kapus dari berbagai pihak.APH pun dapat dipastikan sampai saat ini tidak sanggup bertindak.Tidak heran,dugaan korupsi itu semakin merebak,miliaran uang  negara dari hasil keringat rakyat dengan mulus terkuras.Dugaan itu  Belum termasuk dari  dana APBK yang dialokasikan pada pihak puskesmas.Diduga kuat.Dana APBK itupun tidak jelas alias ,terkesan menjadi ladang oknum pejabat.

 Selain Anggaran Puskesmas Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara   disorot.

 Tatakelola anggaran BOK dan JKN dipuskesmas Natam juga kini kembali mencuat.

 Diduga.Oknum Kepala puskesmas  melakukan berbagai penyimpangan dari berbagai bentuk dana kegiatan yang bertujuan untuk memperkaya diri dan golongan.

 

 Dugaan korupsi yang disinyalir telah dilakukan oknum kepala puskesmas itu juga disebut-sebut sangat fantastik.

 Diperkirakan.Dari tahun 2022 hingga 2025.Nominal korupsi itu mencapai miliaran rupiah.

 Mirisnya.Semenjak oknum kapus Natam menjabat.Disebut-sebut.Harta gono-gini  semakin meningkat.Sementara hak para nakes tertindas,laporan kegiatan diduga kuat menjamur mulus hanya diatas kertas.

 Kabar yang lain juga kembali terserap.Brutalnya manazemen kepemimpinan sang Kapus,Membuat sang bendahara pun minggat dari jabatan.


 Pertayaannya?Benarkah harta gono-gini sang kapus meningkat selama menjabat?Tanah seluas lapangan  pesawat!! Dan benarkah bendahara lama minggat dari jabatan karna tidak ikut kata qori nekat.Atau sebaliknya.Bendahara sengaja diganti karna ingin menempatkan keluarga dekat hingga terpaksa melakukan Nevotisme..Selain itu.Ada juga yang mengatakan,terjadinya pergantian bendahara itu disebabkan,Sang suami bendahara kini berpindah tempat tugas..

  Sangat disayangkan.Kendati biro central sudah berupaya melakukan komfirmasi pada  tiga oknum pejabat terkait.Ironisnya sampai saat ini belum berhasil.

 Upanya komfirmasi akan terus dilakukan agar mendapat klarifikasi  dari setiap mata anggaran. Upanya itu akan ditempuh melalui komfirmasi surat resmi dari pihak manazemen redaksi media central.Selasa.17 Maret 2026/Dar

Komentar

Berita Terkini