HarianCentral-Net |Bupati Nias Yaatulo Gulo, bersama Ketua DPRD Kabupaten Nias hadiri Panen Perdana Jagung pioner 32, berlokasi di Desa Orahili, Kecamatan Bawolato, sebagai bagian mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Rabu (05/11/2025)
Mengawali laporan Kepala Desa Orahili, Anwar Bawamenewi, mengatakan lahan ketahanan pangan ini baru dibuka sebelumnya adalah hutan, tapi karena TPK bergandengan tangan bersama Pemerintah Desa dan BPD, serta masyarakat bisa terlaksana dengan baik dan hari ini bisa kita saksikan bersama untuk melakukan panen perdana jagung pioner 32.
“Anggaran ketahanan pangan 20% di ambil dari dana desa tahun 2025, dan luas lahan ketahanan pangan 3,6 hektar, untuk itu target pencapaian belum bisa terpenuhi, Ia melaporkan keadaan situasi mulai penanaman dan diserang oleh hawa wereng dan juga hama tikus, serta cuaca hujan, pelaksanaan panen perdana jagung ketahanan pangan luasnya 3 hektar dan ada 2 tempat lokasi termasuk paling luas yang kita panen saat ini," ucap Kades Orahili.
Melalui kata sambutan anggota DPRD Kabupaten Nias, Pinta Anugerah Ndruru, mengatakan bahwa terimakasih kepada Pemerintah Desa Orahili telah bersusah-payah memulai pembukaan lahan sampai panen perdana pada hari ini, untuk ketahanan pangan dan harapan agar kedepan berkelanjutan, dan cita-cita kita biarlah Kecamatan Bawolato ini yang bisa memproduksi ketahanan pangan satunya di Kabupaten Nias, harap Pinta Ndruru.
Selain itu, Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo, dalam sambutannya mengatakan di Kecamatan Bawolato adalah satu-satunya luas lahan jagung di Kabupaten Nias.
"Penyuluh pertanian di Bawolato selalu kompak tandanya selalu hadir tanpa terkecuali bersama-sama dengan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Ketahanan pangan setiap desa dan juga ada kolaborasi antara Dinas PMD serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias, begitu juga di pemerintah desa kolaborasi dengan warga," harap Ketua DPRD Nias.
Sementara itu, Bupati Nias Yaatulo Gulo, menyampaikan bahwa baru pertamakali kita melaksanakan ketahanan pangan ini, yang di anggarkan dari dana desa 20%, sebelumnya di bagikan kepada warga desa tetapi tidak ada hasil yang dikelola oleh keluarga penerima, maka kita ubah agar bisa berhasil dan tahun ini seluruh desa.
"Dan ini model Ketahanan pangan, ada 4 komoditas yaitu, Jagung, Padi, Pisang kepok serta Cabai, Bawolato pusatnya pertanian, hasil panen diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali untuk tahap penanaman berikutnya,”ujar Bupati.
Terakhir Bupati Nias, mengatakan melalui ketahanan pangan ini Pemerintah Kabupaten Nias telah mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan terus melanjutkan serta memperluas lahan ketahanan pangan di masing-masing desa.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan proses panen dan pencacahan jagung secara bersama-sama oleh Bupati Nias dan seluruh peserta yang hadir.
Terpantau turut hadir: Ketua dan anggota DPRD, Asisten I, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Camat Bawolato, Danposramil Bawolato, Kepala Desa beserta jajaran, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Penyuluh Pertanian, serta Tim Pendamping Profesional (TPP) dari Kementerian Desa.
(E7177)

