|

BPS Sumut: Perekomoniam Sumut meningkat 5,03 dibanding Tahun Lalu



Hariancentral I Net I Medan, Perekonomian Sumatera Utara tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen (c-to-c) lebih tinggi jika dibanding pencapaian tahun 2023 yang tumbuh sebesar 5,01 persen.


Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Asim Saputra dalam sebuah rilis pertumbuhan ekonomi di kantor BPS SUmatera Utara (Sumut) Jalan Asrama Medan pada Rabu (5/2/2025).


Dalam keterangannya Asim mengatakan struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial pada tahun 2024 didominasi oleh beberapa provinsi besar.


Selain Sumut yang berkontribusi sebesar 23,55 %, Provinsi Riau berkontribusi 22,84 %, dan Provinsi Sumatera Selatan 13,63 %. Sementara kontribusi terendah yaitu Provinsi Bengkulu dengan kontribusi sebesar 2,14 %.


Perekonomian Sumatera Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan IV-2024 atas dasar harga berlaku mencapai Rp295,72 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp161,55 triliun.


Dari sisi produksi, katanya, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,98 %. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 11,79 %.


Ekonomi Sumatera Utara Triwulan IV-2024 terhadap Triwulan IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 5,10 % (y-on-y).


Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan.


"Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,62 persen%” jelas Asim.


Ekonomi Sumatera Utara Triwulan IV-2024 terhadap Triwulan III-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 0,44 % (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,41 %.


“Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah merupakan komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,02 %,” ungkapnya.


(Pul)

Komentar

Berita Terkini