|

Merebak Isu Kutipan Premanisme dibalik Penggusuran Pedagang di Tanah Lapang Kota T.Tinggi



Tebing Tinggi, Harian Central.net - Ada pengutipan ala premanisme terhadap pedagang di Tanah Lapang. Ketua Asosiasi Pedagang Keliling Ridwan Tanjung, mengatakan hal itu ketika berjumpa dengan Satpol PP.  Sementara Zulfkar dari FKPPI dan Komnas WI berharap Pemko melakukan pembinaan terhadap Para pedagang kaki lima di Tanah Lapang Kota T.Tinggi, tidak hanya menggusur. 



Kabid Perda, Radja Hasibuan,  Senin (13/1/2025) di Kantor Satpol PP di Jalan ImamBonjol Kota T.Tinggi,  mengatakan kepada elemen masyarakat mewakili Kasatpol PP Kota T.Tinggi. Selaku eksekutor penegakan peraturan Radja mengatakan adanya pengutipan harian, bulanan dan lapak  pedagang di Tanah Lapang, yang menimbulkan 

 keresahan.  Ada kutipan harian, bulanan, lapak, terhadap pedagang yang hanya memperkaya pribadi. Untuk mengetahui siapa mengambil keuntungan pribadi, itu maka dilakukan penertiban pedagang. "Tidak ada feedback, bagi Pemko. Tujuannya  mengambil solusi. Maunya diminta ijin melalui dewan-dewan. Ada dibuatkan Perwa untuk ijin perdagangan." Ujar Radja.


"Esok ada pertemuan di DPRD Kota T.Tinggi sebaiknya minimal  

4 orang pedagang, hadir sebagai utusan." Kata Radja.


"Ada dikasih waktu seminggu untuk mengatur, lebih jauh Radja menjelaskan.


Aturan ditegakkan diberikan ruang dan tempat. Satpol bukan mau menggusur tapi mau menertibkan," ungkap Radja. (Asmi)

Komentar

Berita Terkini