hariancentral.net | Kutacane : Paket Kegiatan fisik.Melalui Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tenggara(Agara).Disinyalir dikerjakan Asal Jadi.
Selain Pekerjaan di tuding "Bobrok" Pekerjaan Yang di lakukan juga disinylir tidak mengacu pada Pengadaan Barang dan jasa.Menyimpang dari Juknis Yang ada.
Dugaan pada dinas PUPR.Salah satu nya dapat di lihat,pada pekerjaan.Paket kegiatan Pembangunan Jaringan Air bersih dan sambungan rumah SR sumber dana DAK.Tahun 2024.
Inpormasi yang dapat di himpun media central.Melalui sumber yang layak di Percaya mengatakan.
Kegiatan itu ada 9 Paket.Yang di kelola melalui dinas PUPR Agara.menyebar di berbagai Lokasi.Salah satunya Simpang Semadam.Sebut Sumber.Rabu.22/1/2025.
Ironisnya.Lanjut sumber geram.
.kendati uang rakyat,sudah.besar di alokasikan pada setiap kegiatan .Parahnya"Masih ada oknum yang berbuat Nekat dan jahat.Melanggar Undang-undang dan mengakali rakyat,yang bertujuan untuk memperkaya diri dan golongan di atas Penderitaan Rakyat.
Hal itu dapat di lihat.Pada bahan yang di gunakan.Piva yang di pasang disinyalir tidak menggunakan SNI.
Padahal.Lanjutnya" Setiap bahan kontruksi didalam menjamin keamanan si pengguna dan pelayanan pada masyarakat.
Pemerintah menegaskan.Agar semua bahan yang di gunakan memakai Produk yang memenuhi Standart Nasional Indonesia(SNI).Ironis'nya.Pada kegiatan tersebut.Diduga kuat"Menyimpang".Selain Indikasi PIva dapat terlihat.Kwalitas lain pada sistim pekerjaan juga terkesal Asal jadi.Sehingga Berbagai Kwalitas pekerjaan di ragukan.
Terjadinya dugaan itu.Diduga kuat.Ada nya keterlibatan kadis PUPR.Yang diduga main mata pada pihak pelaksana dan PPK.Yang bertujuan mendapat Pundi-pundi amal dari pekerjaan tersebut.Alias bagi dua(BADU).
Dugaan Korupsi.Kolusi Dan Nevotisme(KKN) itu,bukan saja terjadi pada kegiatan paket Proyek air bersih.Namun merambah pada kegiatan yang lain.
Lemahnya orientasi kepemimpinan Kepala dinas itu.,mengundang berbagai Volemik terus terjadi pada dinas setempat.Bahkan di kabarkan.Dinas PUPR juga tersandung kasus hukum.Dan Pernah di panggil oleh Institusi Penegak Hukum.Isu Pemanggilan Pejabat dinas PUPR Masih menjadi mistrius sampai saat ini. Siapa saja kah mereka.Kasus apakah objek nya.Jalan.Jembatan.BTT atau yang lain.Masih dalam investigasi media central.
Menyangkut dugaan Paket Kegiatan Air bersih.Biro media central.Rabu/22/1/2025.Sudah berupanya melayangkan Pesan Komfirmasi pada saudara Inisial"NI"Yang di sebut-sebut sebagai PPK pada Kegiatan tersebut.IronisnyaSampai berita ini lansir.Oknum PPK.Belum merespon pesan Biro media central.
Dugaan Di atas juga.Di kabarkan.Sempat di sorot keras dari salah satu LSM di agara.Memaparkan berbagai indikasi pada pekerjaan Yang di lakukan.
Dikatakan" Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) terbilang fantastis, sehingga rentan dugaan korupsi dalam kegiatan tersebut.
Tidak main-main, proyek ini menelan anggaran Rp.600.000.000 sampai Rp 700.000.000/lokasi dan bervariasi, sehingga mencapai miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Pemda Aceh Tenggara, yang dikerjakan oleh Dinas PUPR tahun 2025.
Masir menjelaskan, untuk pemasangan pipa harus mengikuti Perpres RI Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Barang dan Jasa Pemerintah. Adapun yang seharunya mengikuti pedoman seperti pekerjaan persiapan, galian tanah dan pemasangan pipa.
"Galian Tanah dengan urukan pasir alas pipa, pasir urukan harus bersih dari kotoran dan akar-akar kayu serta sampah lainnya. Pekerjaan urukan pasir dilakukan sebelum penanaman pipa, pasir di hampar secara merata dengan ketebalan yang telah ditentukan oleh aturan dan mengacu pada tabel yang tertera pada gambar rencana, dan dilakukan penyiraman hingga tercapai kepadatan yang memadai.
Dijelaksan" Bahwa pemasangan pipa, penyedia jasa pengadaan harus menyediakan dan menyertakan semua pipa dan fitting, valve, coupling, meter, mur, baut dan gaskat. Semua pipa, fitting, valve harus sesuai dengan untuk pemakaian di daerah tropis beriklim lembab dan bersuhu 32°C. sambungan pipa dapat dilakukan 2 cara, yaitu dengan cara pemanasan (Fusion Jointing) penggunaan Compression Fitting (Mechanical Jointing). Butt Fosion Jointing digunakan untuk menyambung pipa dengan Outside Diameter (OD) maksimum 355 mm, 450 mm, 500 mm dan 630 mm.
"Kami menduga, pemasangan pipa tidak seperti kita jelaskan di atas. Yang mana mereka melakukan pemasangan pipa dengan cara menggali tanah, dan dimasukan pipa lalu di tanam. Nah, inikan menjadi persoalan dalam perbaikan daerah Aceh Tenggara. Kita perlu kembali mengecek pipa seperti apa yang kontraktor tanam," Pungkas ketua LSM.Yang di kutip media central.
Dia berharap.
APH Wilayah Aceh Tenggara harus dan wajib betul-betul turun melidik proyek tersebut, dan untuk BPK RI perwakilan Aceh jangan coba-coba bermain dalam audit proyek ini.
"Kami berharap, pihak penegak hukum wilayah Aceh Tenggara secepatnya melakukan lidik, agar kepercayaan kami masyarakat bertambah. Apabila kasus ini tidak di respon, maka kami akan datangi APH Di Provinsi Aceh,"Tandasnya pada media/Dar