BATUBARA -Central Warga di 7 Desa Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara mengharapkan Rumah Produksi Bersama (RPB) menggandeng Koperasi Berkah Abadi Jaya sebagai pengelola klaster Komoditas Cabai Merah dengan segala fasilitasnya diminta dapat membawa perubahan para petani Minggu (15/12-2024).
Kepada hariancentral.net warga setempat Walas menyebutkan RPB dan Koperasi Berkah Abadi Jaya dianggap belum menjadi solusi menstabilkan harga Cabai merah yang wajar berimbang.Panen Raya Oktober 2024 RPB dan Koperasi tidak menjadi solusi seperti tujuan awal.Oktober 2024 harga Komoditas Cabai Merah menghasilkan produksi 15 Ton/ Ha seluas hamparan 100 Ha harga jatuh dibawa standart Rp.12.000 hingga 10.000/Kg.
Kami masyarakat berharap ikhtiar perubahan dan perbaikan untuk kemajuan setelah Bupati H.Baharuddin Siagian-
Syafrizal terpilih 2024-2029 dapat menekan inflasi dan solusi pemanfaatan lahan serta tenaga warga yang tidak punya pekerjaan tetap.Harapan juga datang dari Para petani meminta Bupati dan Wakil Bupati Batubara terpilih segera mengevaluasi peruntukan RPB dan Koperasi yang tidak membawa faedah.Dengan harga Cabai merah tidak sebanding akhir-akhir ini para petani tidak sanggup membayar hutang ke agen pengepul kata Walas.
Tupoksi RPB dan Koperasi Berkah Abadi Jaya dianggap belum mampu menjadi solusi setelah mantan Bupati Zahir bersama Wakilinya Oky Iqbal Frima pada kegiatan FGD membahas Persiapan Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM
komoditas Cabai Merah di Kabupaten Batu Bara serta pembangunan mencapai Rp.9.8 Millar belum dirasakan manfaatnya ke Petani Cabai merah Desa Lubuk Cuik dan 7 Desa sekitarnya.PR Bapennas RI bersama Kementerian Koperasi UKM RI sudah selesai hanya saja manfaat nya belum dirasakan petani klaster Cabai Merah di Desa Lubuk Cuik ucap Walas.(as)