HarianCentral,net| Gunungsitoli – Semangat kebersamaan masyarakat Mado Zega kembali ditunjukkan melalui hibah lahan untuk mendukung pengembangan situs bersejarah Gowe Mado Zega di Dusun II, Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Senin (19/10/2026).
Setelah pemugaran Tugu Marga Zega atau Gowe Mado Zega rampung 100 persen, warga kembali menunjukkan kepedulian dengan menghibahkan lahan seluas 42 x 20 meter untuk mendukung pembangunan fasilitas penunjang, seperti area parkir, mandi, cuci, kakus (MCK), dan taman.
Lahan tersebut merupakan milik Masilima Zega alias Ama Julvan dan Faoziduhu Zega alias Ama Menia. Keduanya secara sukarela menghibahkan lahan kepada Pemerintah Desa Tetehosi Afia tanpa menuntut imbalan maupun ganti rugi di kemudian hari.
Sebelumnya, pemugaran Gowe Mado Zega dilaksanakan melalui swadaya masyarakat dari berbagai perkumpulan Mado Zega.
Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 juta dari APBD Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan pemugaran tersebut kini telah selesai sepenuhnya.
Ketua Tim Pemugaran Gowe Mado Zega, Aroziduhu Zega alias Ama Jaya, menyampaikan terima kasih kepada para penghibah dan seluruh masyarakat yang terus mendukung pembangunan situs tersebut.
Ia menjelaskan, perjuangan pemugaran Gowe Mado Zega telah dimulai sejak November 2022. Dukungan pemerintah pada 2025 menjadi salah satu langkah penting hingga pekerjaan pemugaran dapat diselesaikan.
“Pemugaran Gowe Mado Zega ini sudah dimulai sejak November 2022. Pada tahun 2025, kita mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Gunungsitoli dan pekerjaannya telah selesai. Namun, lahan di sekitar lokasi semakin terbatas, sementara situs ini semakin berkembang dan ramai dikunjungi,” ujar Aroziduhu.
Menurutnya, hibah lahan tersebut menjadi dorongan baru untuk melanjutkan pengembangan Gowe Mado Zega, khususnya pembangunan area parkir agar pengunjung dapat merasa lebih nyaman.
Sementara itu, Ketua Bidang Penggalangan Dana Tim Pemugaran Gowe Mado Zega, Agust Zega Amatia, turut menyampaikan apresiasi kepada para penghibah yang telah memberikan lahan secara sukarela demi kepentingan bersama.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Mado Zega, baik yang berada di Kepulauan Nias maupun di berbagai daerah di Indonesia, untuk terus berpartisipasi dalam mendukung pengembangan situs tersebut.
“Mari bersama-sama mengambil bagian dalam meningkatkan pembangunan dan pemugaran Gowe Mado Zega. Di berbagai daerah di seluruh Indonesia ada keluarga besar Mado Zega yang terus mendukung perjuangan ini. Terima kasih kepada saudara-saudara kita yang telah menghibahkan lahan,” ungkap Agust.
Penghibah lahan, Masilima Zega alias Ama Julvan, menegaskan bahwa hibah tersebut merupakan wujud dukungan tulus bagi pengembangan Gowe Mado Zega tanpa menuntut kompensasi di kemudian hari.
“Hari ini, secara resmi kami menyerahkan sebidang lahan ini dengan sukarela untuk pembangunan Gowe Mado Zega, khususnya tempat parkir. Kebersamaan selama ini membuktikan bahwa Mado Zega terus berkembang dan bersatu. Pemugaran yang telah selesai menjadi bukti kekompakan yang harus terus kita jaga,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan peninjauan dan pengukuran lahan yang dihibahkan oleh tim pemugaran bersama para penghibah. Lahan tersebut berada di depan Gereja BNKP Jemaat Orodua, Desa Tetehosi Afia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat hibah sebagai bentuk kesepakatan bersama.
Hibah lahan ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan Gowe Mado Zega, tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga untuk memperkuat kebersamaan keluarga besar Mado Zega dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya leluhur. (E7177)


