HarianCentral,net| Nias — Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMP Negeri 1 Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, telah mencapai progres pekerjaan sebesar 70,47 persen.
Program revitalisasi tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.524.003.000. Anggaran itu digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan melalui sejumlah pekerjaan rehabilitasi serta pengadaan fasilitas pendukung sekolah.
Kepala SMP Negeri 1 Bawolato, Meimanius Waruwu, S.Pd., M.Pd., saat memberikan keterangan kepada awak media HarianCentral,net di ruang kerjanya, Sabtu (5/9/2026), mengatakan progres pekerjaan revitalisasi hingga saat ini telah mencapai 70,47 persen.
“Progres pekerjaan revitalisasi sampai saat ini sudah mencapai 70,47 persen,” ujar Meimanius.
Ia menjelaskan, pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi tujuh ruang kelas, meliputi pekerjaan atap, plafon PVC, kusen pintu, kusen jendela, daun pintu, dan daun jendela.
Selain ruang kelas, program tersebut mencakup rehabilitasi satu unit perpustakaan, dengan pekerjaan atap, plafon PVC, kusen pintu dan jendela, serta daun pintu dan jendela.
Kemudian, terdapat rehabilitasi satu unit laboratorium serta satu unit toilet siswa, meliputi pemasangan dinding dan lantai keramik, kloset, serta wastafel.
Program revitalisasi juga mencakup pengadaan mobiler berupa meja dan kursi Laboratorium IPA serta meja dan kursi perpustakaan, termasuk pekerjaan lantai keramik dan pengecatan pada bagian bangunan yang direhabilitasi.
Meski program revitalisasi sedang berjalan, pihak sekolah menyebut kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di SMPN 1 Bawolato masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Saat ini, SMP Negeri 1 Bawolato memiliki 528 siswa dan 35 guru. Dengan jumlah peserta didik tersebut, pihak sekolah masih membutuhkan beberapa ruang belajar atau rombongan belajar (rombel) yang belum masuk dalam anggaran revitalisasi Tahun 2026.
“Kita berharap masih ada beberapa ruang belajar (rombel) yang belum masuk anggaran pada tahun 2026 dapat menjadi perhatian pemerintah. Kerinduan kita dari pihak sekolah agar anggaran, baik dari Pemerintah Daerah maupun terutama dari Kementerian Pendidikan, dapat memperhatikan kebutuhan pembangunan sekolah menengah,” harap Meimanius.
Selain tambahan ruang belajar, pihak sekolah juga berharap pembangunan drainase atau saluran air serta penataan halaman sekolah dapat menjadi perhatian pemerintah.
Menurut pihak sekolah, keberadaan drainase dan penataan lingkungan sekolah penting untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, tertata, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Sementara itu, Arif Budiman Telaumbanua, selaku pihak P2SP/panitia, mengatakan berdasarkan pemantauan dan evaluasi langsung di lapangan, pelaksanaan pengerjaan fisik bangunan revitalisasi SMP Negeri 1 Bawolato Tahun 2026 berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Ia menyebutkan, sejumlah bangunan yang direhabilitasi saat ini telah memasuki tahap finishing atau penyelesaian akhir.
“Pengerjaan bangunan yang direhab saat ini telah memasuki tahap finishing, meliputi pengecatan, pemasangan fasilitas pendukung, serta pembersihan area bangunan,” ujar Arif.
Menurutnya, sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sangat penting dalam mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang efektif.
Karena itu, pihak P2SP bersama pihak sekolah berharap program revitalisasi tidak berhenti pada pekerjaan Tahun Anggaran 2026, tetapi dapat dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
Arif mengungkapkan, berdasarkan kondisi faktual di lapangan, masih terdapat empat unit bangunan lainnya di lingkungan SMP Negeri 1 Bawolato yang belum tersentuh perbaikan.
Keempat bangunan tersebut dinilai membutuhkan penanganan agar seluruh fasilitas pendidikan di sekolah dapat memiliki kondisi yang lebih layak dan mendukung kenyamanan warga sekolah.
“Kebutuhan ini cukup mendesak karena masih terdapat empat unit bangunan lainnya yang belum tersentuh perbaikan dan memerlukan penanganan serius demi kenyamanan warga sekolah,” ungkapnya.
Ia berharap Dinas terkait bersama Kementerian Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut dan mempertimbangkan keberlanjutan program revitalisasi pada tahun anggaran yang akan datang.
“Dari pihak P2SP dan pihak sekolah sangat berharap kepada Dinas terkait serta Kementerian agar permohonan keberlanjutan revitalisasi ini dapat dipertimbangkan dan dikabulkan pada tahun anggaran yang akan datang,” harap Arif.
Pihak sekolah berharap pembangunan sarana pendidikan di SMP Negeri 1 Bawolato dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kebutuhan infrastruktur yang masih belum terakomodasi, mulai dari ruang belajar, empat bangunan yang belum direhabilitasi, drainase hingga penataan halaman sekolah, dapat secara bertahap mendapatkan perhatian pemerintah.
Dengan jumlah siswa mencapai 528 orang, dukungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan dinilai penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. (E7177)

