|

Proyek Dinas PUPR agara, Anggaran Normalisasi Rp195 Juta, Terealisasi Rp45 Juta, Kwalitas Pekerjaan Buruk, APH diminta Panggil PPTK



hariancentral-kutacane : Dugaan Penyimpangan spesifikasi teknis.Pada pekerjaan Normalisasi Parit,desa kutabatu dua dusun pakhik botong.Kecamatan Lawe Alas.Kabupaten Aceh Tenggara(agara) masih menjadi tofik utama antar warga.


Proyek yang bersumber dari Dinas PUPR,tahun 2026.Menelan Anggaran APBK sebesar.Rp.195 Juta itu,disinyalir kuat 

,Sarat dengan berbagai Penyimpangan  spesifikasi teknis.Seperti"Panjang Volume.Yang dikabarkan seharusnya mencapai.1600 meter.Diperkirakan hanya terealisasi.1430 meter.Lebar yang seharusnya  4 meter.Diperkirakan hanya terealisasi.1,5 meter.Bahkan 1,5 meter itu sudah termasuk bangunan parit yang sebelumny ada.Alias tinggal pengerokan dan pelebaran parit.


"Tidak sampai disitu saja.Kendati anggaran proyek mencapai Rp.195 juta.Kwalitas pekerjaan sangat terlihat"Buruk"Alias asal jadi. Bahkan sebagian tebing parit saluran tersebut  tidak  tersentuh ekskavator. Hasil kerukan tidak dijauhkan dari  bibir parit.Pembersihan awal tidak dilakukan.Saat pekerjaan.Pengawasan minim.Kronisnya lagi.Plank Proyek yang seharusnya wajib dipasang tidak juga terpampang dilokasi proyek.



"Buruknya kwalitas pekerjaan.Serta menjamurnya berbagai indikasi penyimpangan. Dari total angaran.Rp.195 juta.Diperkirakan hanya terealisasi sebesar.Rp.45 juta. Sudah termasuk dana oprasional dan  pengeluaran yang tidak terduga.Pasalnya?Proses pekerjaan Normalisasi parit tersebut hanya bermodalkan ekskavator ,terhitung lima hari kerja.Alias Claer. Dugaan Korupsi yang terjadi.Diperkirakan mencapai.Rp.150 juta lebih.



"Warga  kecewa.Minta APH Panggil Kadis PUPR agara dan PPTK"


"Sampai saat ini,tentu kami sangat kecewa.Ini benar-benar buruk. Masyarakat serta lahan hanya dijadikan ladang untuk memperkaya diri dan golongan.Tandas sumber kembali pada central.


"Pekejaan yang dilakukan bisa dilihat.Sangat memprihatinkan.Asli kejar uang.Lima hari dengan modal ekskavator, bisa kita hitung berapa uang haram itu masuk kebuncit mereka. Ungkap sumber geram.


"Kami tidak berani terlalu protes,Aku sumber.Menjawab central

"Selain masyarakat masih banyak yang awam.Kami juga terpaksa diam demi menjaga ikatan keluarga dengan pemilik proyek itu. Sekaligus pemilik pokir. Wakil rakyat yang seharusnya memberikan yang terbaik untuk rakyat.Malah ditindas dan diperalat.


"Panjang volume semestinya 1600 meter.Dikerjakan hanya 1430 meter.Lebar 4 meter dikerjakan 1,5 meter.Itu pun sudah termasuk bangunan parit yang memang sebelumnya sudah ada.Dengan ukuran kurang lebih 1 meter juga.Ungkap sumber menjelaskan pada central.

Artinya?Lanjut dia.Jika merujuk pada ukuran parit lama? Volume yang mereka kerjakan hanya setengah meter untuk lebar.


Sementara untuk panjang volume  bisa anda bayangkan sendiri.Sudah pekerjaan gampang.Alias tinggal sedikit pengerukan tanah.Volume pun dipangkas lagi.Pekerjaan pun dilakukan asal jadi.Jika bukan anggota DPRK yang punya proyek.Kami yakin, pihak PPTK, dan Konsultan Pengawas,    tidak akan senekat ini tutup mata.Pungkasnya sembari mendesak Bapak Kapolres agara untuk secepatnya memanggil oknum yang berkompeten.Seperti" Kadis PUPR.PPTK Proyek.Konsultan Pengawas.Termasuk pemilik perusahaan "Kami juga sangat berterimakasih kepada  wartawan central yang setia menjadi perpanjangan  tangan dan lisan kami sehingga kasus ini sudah dilaporkan langsung pada Aparat Penegak Hukum.Kendati laporan itu masih secara lisan.Namun kami  percaya.Aparat Penegak Hukum  pasti akan bertindak. Jawab sumber bangga pada media central.Sabtu.22/8/2026.


Ditempat terpisah.Sumber media central saat diminta tanggapannya.Menjelaskan"Normalisasi Parit adalah panduan kerja untuk mengeruk sendimen,mengangkat sampah dan merapikan tebing saluran air agar kembali normal.Tujuannya agar air mengalir lancar,menambung debit hujan tinggi dan mencegah banjir.

Tahapan pekerjaan.Pembersihan awal.Angkat semak,rumput liar,dan sampah plastik dari dalam saluran.Keruk lumpur atau pasir dasar parit sampai kedalaman  dan kemiringan ideal tercapai.Perkuat sisi parit dengan tanah padat atau pasang dinding penahan.Jauhkan tanah galian dari bibir parit agar tidak jatuh kembali saat hujan .jelasnya.Minta identitasnya dirahasiakan.Minggu.23/8/2026/Dar

Komentar

Berita Terkini