BATUBARA -Central Penguatan ekosistem industri aluminium nasional yang terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat,PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM (Pesero) bersama BPI Danantara Indonesia,MIND ID membahas berbagai agenda hilirisasi nasional untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kekuatan industri.Hal itu disampaikan CEO BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, melalui akun Instagram resminya @rosanroeslani, Sabtu, (21/8/2026).
Target utama dari proyek itu memperkuat rantai pasok strategis nasional dan mendorong swasembada aluminium pada 2030.Sebelumnya, Danantara telah meresmikan groundbreaking 6 proyek hilirisasi nasional senilai sekitar US$7 miliar atau Rp.110 triliun pada Februari 2026.Salah satunya proyek pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah dengan total investasi mencapai US$6,32 miliar.Aluminium disebut sebagai material strategis abad ke-21 yang dibutuhkan di sektor transportasi, energi terbarukan, konstruksi, hingga industri pertahanan.Dengan hilirisasi, nilai tambah bauksit yang semula US$40/ton bisa meningkat hingga US$2.800-US$3.000/ton dalam bentuk aluminium.
Selain sektor tambang, dalam pertemuan juga dibahas penguatan sektor manufaktur.Danantara berdiskusi dengan PT Gajah Tunggal Tbk terkait ekspansi produksi, termasuk pengembangan fasilitas ban PCR.Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pasar dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor produk ban Indonesia.Dari sumber daya menjadi industri.Dari industri menjadi nilai tambah.Inilah hilirisasi yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat kemandirian, dan meningkatkan daya saing Indonesia," tegas Rosan.
Ekosistem yang dimaksud mencakup rantai penuh mulai dari tambang bauksit, Smelter Grade Alumina Refinery/SGAR, hingga Smelter Aluminium.Proyek ini digarap oleh anggota MIND ID yaitu INALUM dan ANTAM melalui PT Borneo Alumina Indonesia.Pemerintah menargetkan seluruh infrastruktur energi untuk menopang operasional smelter sudah siap pada 2028.Kolaborasi antara Danantara, BUMN tambang, dan swasta manufaktur ini diharapkan menjadi akselerator bagi terwujudnya Indonesia sebagai negara industri yang berdaya saing global.(jf)

