BATUBARA -Central Meskipun dibalik jeruji besi dan dikelilingi tembok yang menjulang tinggi, momen Ramadhan 1447 H/2026, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku tetap menggelar berbuka puasa bersama dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Rabu (4/3-2026).
Kepada Wartawan, Muhammad Rizky Humas Lapas mengatakan suasana haru penuh kehangatan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku sebutnya.Ramadan 1447 H, dimaknai
ruang mempererat silaturahmi.Katanaya sejak sore keluarga warga binaan mulai berdatangan ke lingkungan lapas dengan tertib hingga rela mengantre mengikuti alur pemeriksaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Petugas Lapas sigap mengarahkan para pengunjung demi memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Berbuka puasa bersama digelar sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya pembinaan yang menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam proses perubahan perilaku warga binaan pemasyarakatan (WBP).Ditambahkannya,
Aula Lapas dipersiapkan Petugas menjadi tempat berkumpulnya para WBP dengan keluarga penuh makna.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku
Hamdi Hasibuan menyebutkan,kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat ikatan keluarga sebagai fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial.Kayanya, hubungan emosional yang terjaga menjadi modal penting bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.Dukungan keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam proses perubahan perilaku WBP.
Ditambahkannya, detik-detik serinai serta kumandang Azhan bertanda waktu berbuka, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan do' a.Tidak sedikit nampak tangis haru Para Warga Binaan dapat menikmati hidangan berbuka puasa bersama orang-orang terkasih setelah sekian waktu terpisah dari keluarga.Salah seorang WBP mengaku bersyukur dapat berbuka puasa bersama anggota keluarganya di dalam lapas, meski dalam keterbatasan.Katanya kami sangat berterimakasih kepada pihak Lapas
memberikan kesempatan untuk berbuka bersama mata penuh berkaca-kaca.
Berbuka puasa bersama menjadi potret pendekatan pemasyarakatan yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagai pijakan utama meskipun tengah keterbatasan ruang dan aturan.Sebagai elemen krusial dalam membangun harapan baru dan mempersiapkan diri setelah kami kembali ke masyarakat menjalani pidana usai sebutnya.(as)

