BATUBARA - Central : Guna memastikan ketersediaan air dilahan pertanian masyarakat Bupati Batubara, H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara (BWS Sumut) Feriyanto Pawenrusi, Anggota DPRD Sumatera Utara Ir.Yahdi Khoir dan perwakilan PT Inalum Eka turun meninjau langsung kondisi Bendungan Tanjung Muda di Kecamatan Air Putih, Senin (23/2/2026).
Kepada sejumlah Wartawan, Kepala Dinas Kominfo Batubara Elpandi melalui Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) Akhsanul Rizqy Harahap ST mengatakan
Bupati Baharuddin mendapati aliran air di Bendung Tanjung Muda tidak berjalan optimal akibat tingginya sedimentasi pasir. Kondisi ini berdampak pada pasokan air irigasi untuk sejumlah desa, di antaranya Desa Tanjung Muda, Tanah Merah, Brohol, dan wilayah Perkotaan.Katanya, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari peninjauan sebelumnya di Bendung Tanah Merah dan kawasan Perkotaan langkah cepat dan responsif, BWS Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Batubara menurunkan tiga unit alat berat untuk melakukan penahan tanah sementara di sekitar bendung.
Upaya itu dilakukan agar areal persawahan yang akan memasuki musim tanam tetap memperoleh suplai air.Bupati menyampaikan penanganan sementara dilakukan dengan pemasangan geobox sebagai penahan air, sehingga aliran dapat kembali mengisi saluran irigasi menuju lahan pertanian masyarakat.Berharap
pekerjaan itu dapat segera diselesai karena masyarakat di wilayah Perkotaan dan Brohol dalam waktu dekat akan memasuki masa tanam padi dan sangat membutuhkan pasokan air sebutnya.
Dia menambahkan, Bendung Tanjung Muda memiliki peran vital sebagai sumber air irigasi bagi lahan persawahan di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Air Putih, Sei Suka, dan Kecanatan Medang Deras.Turut hadir Kepala BWS Sumut Feriyanto Pawenrusi, Anggota DPRD Sumatera Utara Ir.Yahdi Khoir, perwakilan PT Inalum Eka, unsur Forkopimda Kabupaten Batubara, jajaran Pemerintah Kabupaten Batubara, serta masyarakat setempat.(as/jf)

