BATUBARA - Central Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/08/2025).
Pesan WhatsApp resmi Kepala Dinas Kominfo Batubara Murdi Sima S.STP
melalui Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) Akhsanul Rizqy Harahap ST menyebutkan Bupati Batu Bara didampingi Kadis Perikanan dan Peternakan, Kadis Pertanian, Perkebunan, Kepala BKPSDM, Kadis Koperasi dan UKM serta Kabag Tapem Setdakab Batu Bara.
Pembukaan Aspeksindo ditandai dengan pemutaran kemudi kapal secara bersamaan dan diwarnai dengan tarian Nusantara.
Katanya, Munas III Aspeksindo mengangkat thema "Mengoptimalkan Peran Aspeksindo dalam Pembangunan Kelautan untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif yang Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.Aspeksindo Organisasi kerja sama dan hubungan kemitraan antar Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir sebagai penghubung
pemerintah pusat dan industri/swasta serta pihak lain dalam dan luar negeri.
Ketua Dewan Pakar Aspeksindo, Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri M.S dalam pidatonya menekankan pentingnya membangun wilayah yang mandiri dan berdaulat.
Sebutnya Dua syarat utama yang harus dipenuhi bisa menjadi maju, sejahtera, dan mandiri/ berdaulat, yaitu pertumbuhan ekonomi berkualitas.Kemudian tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.Pemerataan pembangunan memastikan manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat dan wilayah.
Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi angkanya, tetapi harus berkualitas dan merata.Semua rakyat harus merasakan manfaatnya, dari kota besar sampai desa-desa pesisir sebut Prof.Rokhmin Dahuri, dengan visi besar.
Prof.Rokhmin mendorong seluruh elemen bangsa bersatu membangun Indonesia yang kuat secara ekonomi, unggul dalam SDM, dan berdaulat di kancah global. Munas III Aspeksindo diharapkan dapat melahirkan kebijakan dan program konkret yang dapat langsung diimplementasikan di daerah.34 Provinsi pesisir dan lebih dari 12 ribu desa pesisir, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi poros maritim dunia.(as/jf)

