|

Dari Medan untuk Indonesia, Rico Waas Kobarkan Semangat Youth City Changers 2026 Jadi Garda Terdepan Kota Tangguh



Hariancentral-Net I Medan

Sorak semangat ratusan anak muda dari berbagai kota di Indonesia menggema pada pertemuan Youth City Changers (YCC) yang resmi dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Hotel Le Polonia, Minggu (28/6/26). Momentum itu dimanfaatkan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk menyerukan kolaborasi dan Kepemimpinan generasi muda dalam membangun kota yang tangguh dan berdaya saing.


Youth City Changers merupakan rangkaian acara menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan. Diikuti oleh para perwakilan pemuda dan komunitas dari seluruh kota anggota APEKSI, Youth City Changers berfungsi sebagai platform vital untuk mendengarkan, melibatkan, dan mengintegrasikan aspirasi serta ide-ide inovatif kaum muda ke dalam agenda besar Rakernas.


Pada pembukaan Youth City Changers APEKSI 2026 yang ditandai dengan pemukulan Gendang Taganing ini diisi dengan kegiatan Sharing Season yang menghadirkan narasumber Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal termasuk juga Wali Kota Medan Rico Waas.


Dalam sambutannya Rico Waas menyampaikan rasa bangganya karena Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Youth City Changers yang merupakan bagian dari rangkaian awal APEKSI ke XVIII tahun 2026. Rico Waas juga memperkenalkan Kota Medan kepada para delegasi muda yang datang dari berbagai kota di Indonesia. 


Kemudian, Rico Waas menjelaskan alasan di balik tema Youth City Changers, yakni Anak Muda Tangguh untuk Indonesia, yang menjadi subtema dari APEKSI tahun ini, Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat. Tema itu, kata Rico Waas, lahir dari pengalaman pahit Kota Medan saat menghadapi bencana hidrometeorologi besar pada November 2025 yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.


"Dari 21 kecamatan di Kota Medan, sebanyak 19 kecamatan sempat terendam banjir. Bencana tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan roda perekonomian kota. Sekitar 85 ribu warga terdampak dan 25 ribu di antaranya harus mengungsi. Membenahi kota ini membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan hampir berbulan-bulan,” ujar Rico Waas.


Dari peristiwa tersebut, Rico Waas menilai sebuah kota harus memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana, bukan hanya saat musibah terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.


Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor, semangat gotong royong, serta keterlibatan relawan dan anak muda menjadi kunci penting dalam membangun daya tahan kota.


“Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita harus merangkul semua pihak untuk bersama-sama membenahi kota. Dan yang paling penting, kita butuh peran relawan serta anak-anak muda,” tegasnya.


Rico Waas pun membakar semangat para peserta Youth City Changers agar menjadi generasi yang adaptif, peduli, dan siap menjadi solusi atas tantangan perkotaan di masa depan.


“Kalau bangsa kita ingin kuat, maka kita harus saling menguatkan. Kota dengan kabupaten, kota dengan kota lainnya, semuanya harus kompak. Anak muda harus menjadi bagian penting dari perubahan itu,” pungkasnya.


Menurut Rico Waas ketangguhan sebuah kota tidak hanya diuji saat bencana datang, melainkan bagaimana kota tersebut mampu bangkit (recover) pasca-bencana. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan masalah kompleks seperti ini.


Dijelaskan Rico Waas, ada tiga pilar utama untuk membangun kota yang tangguh, yaitu mitigasi dan penanganan pasca-bencana yang terintegrasi, semangat gotong royong, serta peran aktif dari para relawan dan generasi muda.

"Kita butuh peran dari para relawan dan juga anak-anak muda. Hari ini, mari kita bicara banyak tentang bagaimana membangun kota yang tangguh, dan menjadikan anak muda tangguh sebagai masa depan Indonesia," serunya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh delegasi.


Selanjutnya, kegiatan Sharing Season dengan tema Insipirasi Kota Tangguh mengisi pertemuan Youth City Changers APEKSI 2026. Dalam sesi pertanyaan, para pemuda begitu antusias menyampaikan pertanyaan kepada narasumber.(Pul)

Komentar

Berita Terkini