Tebing Tinggi, Harian Central.net
Sepenggal video sarkastik Walikota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menjadi viral, saat Apel Gabungan ASN setelah libur Lebaran 1 Syawal 1447 H. Rabu (25/03/2026). Wakikota mengatakan itu di hadapan para Kepala Perangkat Daerah, Sekda, Staf Ahli, Para Asisten, Camat, Lurah, dan para PNS serta PPPK.
Narasi Walikota sebagai berikut: "...Beda. Tiga tahun setengah kita Peje itu beda Pak. Mo kalian buat amburadul pun ga da masalah Pak. Mo kalian jual pun Tebing ini ga da masalah, kemaren, iya. Tetapi begitu sekarang, wadohh. Dicari terus. Saya bingung nih. Gila nih orang saya bilang. Manusia kog gak konsisten, ya? Saya bilang. Seluruh permintaannya diakomodir. Dulu saya juga sempat di situ Pak. Jadi Pimpinan Pak, saya Pak. Saya pernah satu periode jadi pimpinan Pak. Bole ditanyain nih OPD nih. Pernah gak saya minta proyek Pak. Boleh ditanya. 'Pak, saya minta proyek, saya pimpinan.' Gak pernah Pak. Saya bilang. Ada juga orang gak bersyukur. Uda diangkat marwahnya, derajatnya, menjadi pemimpin, gak keluar ini. Kan kan diangkat marwahnya, derajatnya, jadi pemimpin, gak keluar dana. Kurang bersyukur Pak. Ini namanya kufur Pak... "
Penggalan narasi itu dikutip di berbagai akun mendia sosial di antaranya facebook. Berbagai tanggapan liar pun mengurai dalam komentar para netizen.
Akun Tebing Tinggi Bergerak, Panamas (Panamas Mitra Poldasu), Surya Saragih, Marco Suhendra menayangkan Reel video tersebut yang banyak mendapat komentar. Misalnya Joelo mengatakan: "Asbun ni orang. Mundur aja berdua biar nyaman km masyarakat Tebing" dalam akun Panamas. Dibalas oleh Sahat Tambunan: "Joeloe, kalau sudah keluar LKPD Kota Tebing Tinggi tahun Anggaran 2025 kan ketahuan sebatas apa kinerja nya Lae, kan disitu ada dituangkan peryataan tanggungjawab kepala daerah, tunggu tanggal mainnya saja Lae "akan ketahuan kemampuan Sarjana Ekonominya terkait manajemen, pengelolaan Dana APBD, dan menyusun akutansi keuangan daerah".
Sementara netizen lainnya banyak memberikan sentimen negatif atas ungkapan sarkastik narasi Walikota Tebing Tinggi dengan emosional yang tidak relevan memberi dukungan perbaikan kinerja aparatur negara di kota Tebing Tinggi. Netizen banyak menduga sarkastik Walikota ditujukan kepada Ketua DPRD dan Wakil Walikota Tebing Tinggi. Sebagaimana diketahui bahwa disharmoni koordinasi antara Walikota Tebing Tinggi dengan Wakil Walikota Tebing Tinggi saat serta Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi telah menjadi pergunjingan. Bahkan di media sosial Walikota Tebing Tinggi mengatakan bahwa ia tidak mengurusi Wakil Walikota Tebing Tinggi, dan ia melihat tim Wakil Walikota melakukan demonstrasi.
(Asmi)

