|

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2026



Doloksanggul, Central


Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan secara daring mengikuti Rakor (Rapat Koordinasi) pengendalian inflasi daerah, Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba dan perwakilan OPD terkait.


Dalam rakor itu, pemerintah pusat melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si. menekankan pentingnya respon cepat dan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting seperti cabai rawit, cabai merah dan daging ayam yang mulai merangkak naik di berbagai wilayah.


Pergerakan harga komoditas yang fluktuatif dinilai berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak dikendalikan secara optimal. Sekjend Kemendagri  juga meminta, supaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) segera melakukan pemantauan harga secara bertahap dan rutin setiap hari guna mendeteksi lonjakan harga serta memastikan pasokan tetap aman. Langkah ini merupakan persiapan matang untuk meminimalisir lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. 


Dalam rakor pengendalian inflasi itu, juga dirangkai dengan agenda Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Hal ini berkaitan erat dengan target nasional pemberlakuan Wajib Halal pada Oktober 2026 mendatang, yang bertujuan untuk mendorong percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku UMKM agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi dan memberikan jaminan kepastian bagi konsumen.


Rakor juga membahas terkait evaluasi program 3 Juta rumah.  Program ini merupakan program prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.


Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait pengendalian Inflasi, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui pemantauan harga, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan gerakan menanam untuk mendukung ketahanan pangan, mendukung penguatan ekonomi melalui sertifikasi halal, serta berkontribusi dalam penyediaan rumah layak huni.(Chas)

Komentar

Berita Terkini