|

Korban Dugaan Keracunan Program MBG Bertambah Jadi 27 Orang, Dandim 0426/Tulang Bawang Turun Langsung ke RSUD Menggala



( Harian central net)


Tulang Bawang -- Jumlah korban dugaan keracunan makanan dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, terus bertambah. Hingga Selasa malam (24/02/2026), korban yang semula dilaporkan sebanyak 7 orang meningkat menjadi 27 orang yang terdiri dari siswa, guru, serta masyarakat. Seluruh korban saat ini menjalani perawatan di RSUD Menggala, sementara satu pasien lansia dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung untuk penanganan lebih lanjut.


Merespons kejadian tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0426/Tulang Bawang Letkol Inf Syurya Dharma turun langsung meninjau kondisi korban di RSUD Menggala sekitar pukul 22.30 WIB. Kehadiran Dandim merupakan bentuk respon cepat TNI dalam memastikan para korban mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal sekaligus menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.


Peristiwa ini diduga bermula dari konsumsi makanan program MBG yang disalurkan di wilayah Kampung Menggala Tengah melalui dapur SPPG Menggala Tengah. Menu yang dikonsumsi siswa meliputi telur asin, roti, biskuit susu, dan buah jeruk. Dugaan sementara keluhan kesehatan berkaitan dengan telur asin, namun penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.


Gejala yang dialami korban bervariasi mulai dari muntah berulang, diare, sakit perut, pusing, hingga lemas. Sebagian korban merupakan siswa dari SDN 1 Kibang Menggala Tengah dan TK RA Bintang Zahira, namun terdapat pula masyarakat yang ikut mengonsumsi makanan tersebut dan mengalami keluhan serupa.


Dalam peninjauan tersebut, Dandim didampingi Camat Menggala Sopiyanto, S.H., M.H., dan Lurah Menggala Tengah Farizal Sayadi, S.P. Dandim menegaskan bahwa Kodim 0426/Tulang Bawang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna membantu penanganan korban serta memastikan kejadian dapat ditangani secara cepat dan tepat. “Prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kesehatan para korban. Kami pastikan seluruh pihak bergerak bersama agar penanganan berjalan optimal,” tegasnya.


Hingga pukul 23.30 WIB kegiatan monitoring selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak penyelenggara dapur SPPG Menggala Tengah turut mendampingi proses penanganan sebagai bentuk tanggung jawab. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menunggu hasil resmi pemeriksaan dari instansi berwenang terkait penyebab kejadian tersebut.( Masderik)

Komentar

Berita Terkini