HarianCentral,net| Nias — Pembangunan revitalisasi SD Negeri 071071 Somolo-Molo, Kecamatan Somolo-Molo, Kabupaten Nias, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Tahun Anggaran 2026, kini telah mencapai progres sekitar 46 persen.
Kepala SDN 071071 Somolo-Molo, Asaria Gea, mengatakan progres tersebut saat ditemui wartawan Harian Central di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).
“Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada awal Agustus 2026 dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender,” ujar Asaria Gea.
Ia menjelaskan, sejumlah item pembangunan yang masuk dalam program revitalisasi antara lain lima ruang kelas belajar (RKB), termasuk ruang administrasi, yang dibangun secara permanen.
Meski demikian, Asaria berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sarana pendidikan di sekolah tersebut dapat terus berlanjut. Pasalnya, SDN 071071 Somolo-Molo masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti ruang perpustakaan, ruang UKS, rumah dinas guru, kantin sekolah, ruang laboratorium, serta kantor guru.
Saat ini, SDN 071071 Somolo-Molo memiliki 10 orang tenaga guru, termasuk kepala sekolah, dengan jumlah peserta didik sebanyak 129 siswa, mulai dari kelas I hingga kelas VI.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Fatiso Lawolo, menyampaikan apresiasi kepada pihak media yang turut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
“Kami sepakat untuk bersama-sama memberikan data yang akurat terkait pelaksanaan program revitalisasi ini. Kami menyambut baik program ini karena peruntukannya untuk masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan,” katanya.
Fatiso menegaskan, kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan. Salah satunya terlihat dari pemilihan material yang digunakan.
“Untuk pengadaan material seperti kayu, kami menggunakan kayu tipe kelas satu, yakni jenis kayu simalambuo,” jelasnya.
Selain kebutuhan ruang dan fasilitas pendidikan, P2SP juga menyoroti kondisi lingkungan sekolah yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Fatiso berharap kepada Pemerintah Kabupaten Nias dan Dinas terkait agar program pembangunan dapat berkesinambungan, terutama untuk pembangunan tembok penahan tanah sepanjang sekitar 30 meter di sekitar sekolah.
Menurutnya, tembok penahan tersebut diperlukan untuk mencegah potensi longsor karena lokasinya berdekatan dengan bangunan sekolah.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat melanjutkan program revitalisasi ini, serta Pemerintah Kabupaten Nias untuk memperhatikan kondisi pembangunan tembok penahan tanah, sehingga keamanan bangunan sekolah dan keselamatan warga sekolah dapat lebih terjamin,” harap Fatiso Lawolo.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Komite sekaligus Ketua P2SP, Wakil Ketua Komite, serta sejumlah guru kelas SDN 071071 Somolo-Molo.
Program revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi 129 siswa SDN 071071 Somolo-Molo. (E7177)


