HarianCentral,net| Nias – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Siofaewali Selatan, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses jalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga.
Kepala Desa Siofaewali Selatan, Arisman Zai, berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nias hingga Pemerintah Pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Arisman mengungkapkan, masyarakat di desanya terpaksa menempuh perjalanan sekitar 4 hingga 5 kilometer dengan berjalan kaki sambil memikul hasil pertanian maupun kebutuhan lainnya untuk mencapai jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
“Akibat tidak adanya akses jalan yang memadai, masyarakat harus memikul hasil pertanian sekitar 4 sampai 5 kilometer sampai ke jalan yang bisa dilalui kendaraan. Kondisi ini sangat menyulitkan dan tentu berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Arisman kepada Wartawan HarianCentral,net| di Desa Siofaewali Selatan, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya desa yang membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur dasar. Jalan bukan hanya sarana transportasi, tetapi menjadi urat nadi masyarakat dalam membawa hasil pertanian, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta mengakses pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintahan.
Arisman juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap keterbatasan kemampuan desa dalam membangun infrastruktur setelah adanya kebijakan penyesuaian atau pemangkasan anggaran Dana Desa.
“Dampaknya sangat besar bagi desa-desa yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur jalan. Dengan keterbatasan anggaran desa, tentu kami kesulitan untuk membangun akses jalan yang membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nias tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat di wilayah yang masih sulit mendapatkan akses infrastruktur. Menurutnya, diperlukan intervensi anggaran dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar pembangunan jalan dapat segera diwujudkan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Nias memberikan perhatian. Kami juga memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar desa-desa yang masih tertinggal dan sulit akses seperti Siofaewali Selatan mendapat perhatian dalam pembangunan nasional,” tegasnya.
Arisman menilai, pembangunan jalan akan menjadi langkah penting untuk membuka keterisolasian masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Kalau jalan sudah terbuka dan bisa dilalui kendaraan, masyarakat tidak perlu lagi memikul hasil pertanian sampai 4 atau 5 kilometer. Biaya angkut menjadi lebih murah, hasil pertanian lebih mudah dipasarkan dan perekonomian masyarakat pasti akan lebih berkembang,” pungkasnya.
(E7177)

